Produk Generik dan Resep Kerek Penjualan Kimia Farma

Penjualan obat generik dan resep menjadi penopang kinerja keuangan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang terjadi pada semester I/2018.
M. Nurhadi Pratomo | 30 Juli 2018 15:51 WIB
Dirut PT Kimia Farma Tbk Honesti Basyir ( kanan) bersama CEO Marei Bin Mahfouz (MBM) Group Mahfoudz Bin Marei Bin Mahfouz bersiap menandatangani naskah kerja sama Shareholder Agreement, di Jakarta, Senin (5/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan obat generik dan resep menjadi penopang kinerja keuangan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang terjadi pada semester I/2018.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir menjelaskan kontribusi penjualan obat generik mengalami pertumbuhan pada semester I/2018. Kontribusi segmen produk tersebut tercatat naik dari 15,55% pada semester I/2017 menjadi 18,82%.

“Membesar karena porsi generik terbesar berasal dari tender pemerintah yang direalisasikan pada kuartal II/2018, sehingga kami catatkan sebagai penjualan semester I/2018,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/7/2018).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengungkapkan produk generik dan ethical atau resep memberikan kontribusi cukup besar bagi perseroan. Sampai dengan semester I/2018, obat resep masih memiliki kontribusi paling besar dengan 46,05%.

Dia menyebut pertumbuhan juga terjadi untuk penjualan obat over the counter atau obat bebas. Kontribusi segmen tersebut naik dari 20,51% menjadi 21,56%.

“Untuk semester II/2018, kami terus berupaya mempertahankan pertumbuhan dua digit,” jelas Ganti.

Seperti diketahui, emiten berkode saham KAEF itu membukukan penjualan bersih Rp3,4 triliun pada paruh pertama 2018 atau naik 29,08% dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp2,63 triliun.

Seiring dengan kenaikan penjualan bersih, beban pokok penjualan juga mengalami pertumbuhan. Tercatat, terjadi kenaikan 28,37% dari Rp1,69 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp2,18 triliun pada semester I/2018.

Dengan demikian, korporasi farmasi pelat merah itu mengamankan laba bersih Rp121,99 miliar. Pencapaian itu tumbuh 28,33% dibandingkan dengan Rp95,06 miliar pada semester I/2017.

Realisasi ini sesuai dengan target perseroan. Berdasarkan catatan Bisnis, KAEF menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar dua digit pada paruh pertama 2018.

Perseroan juga berniat mengembangkan bisnis rumah sakit. Pada April 2018, Honesti menyebutkan pihaknya sedang melakukan due diligence untuk mengakuisisi rumah sakit dan menyiapkan dana Rp2,3 triliun untuk rencana tersebut.

Tag : kimia farma
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top