Penjualan Lesu, Laba Bersih BSDE Anjlok 80%

Penurunan pendapatan terjadi hampir pada semua segmen, di mana yang terbesar dialami segmen penjualan tanah dan bangunan yang melorot menjadi Rp1,96 triliun per Juni 2018 dari Rp3,24 triliun pada semester I/2017.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 Juli 2018  |  13:09 WIB
Penjualan Lesu, Laba Bersih BSDE Anjlok 80%
Perumahan BSD City yang dikembangkan oleh Bumi Serpong Damai (BSDE)

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. belum dapat membukukan kinerja yang menggembirakan sepanjang semester pertama tahun ini, akibat lemahnya penjualan properti tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan perseroan yang terbit Senin (30/7/2018), emiten dengan kode saham BSDE ini membukukan pendapatan penjualan Rp3,12 triliun pada semester pertama tahun ini, turun 27,6% dibandingkan semester I/2017 Rp4,3 triliun.

Penurunan pendapatan terjadi hampir pada semua segmen, di mana yang terbesar dialami segmen penjualan tanah dan bangunan yang melorot menjadi Rp1,96 triliun per Juni 2018 dari Rp3,24 triliun pada semester I/2017.

Penjualan apartemen sedikit membaik dari Rp410 miliar menjadi Rp414 miliar. Pendapatan sewa juga meningkat dari Rp419 miliar semester I/2017 menjadi Rp485 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Pendapatan hotel turun dari Rp36 miliar menjadi Rp32 miliar, sedangkan arena rekreasi relatif stagnan pada Rp33 miliar. Segmen pengelolaan gedung meningkat cukup baik dari Rp160 miliar menjadi Rp184 miliar.

“Pada periode-periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2018 dan 2017, tidak terdapat penjualan kepada pihak tertentu dengan nilai penjualan melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha,” tulis managemen perseroan dalam laporan keuangan, dikutip Senin (30/7/2018).

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok penjualan juga berkurang dari Rp1,16 triliun menjadi Rp880 miliar. Dengan demikian, laba kotor BSDE pada semester pertama 2018 adalah Rp2,24 triliun, turun 29% dari Rp3,14 triliun pada semester I/2017.

Sayangnya, jumlah beban usaha perseroan justru meningkat dari Rp1,19 triliun menjadi Rp1,24 triliun. Laba usaha perseroan tergerus 49% dari Rp1,95 triliun pada semester I/2017 menjadi tinggal Rp1 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Beban lain-lain perseroan juga meningkat dari Rp54 miliar menjadi Rp410 miliar, sedangkan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama justru berbalik dari laba Rp260 miliar pada semester I/2017 menjadi rugi Rp9 miliar pada semester I/2017.

Alhasil, laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk pada semester pertama tahun ini hanya Rp409 miliar, turun drastis 80% dibandingkan Rp2,01 triliun pada semester pertama 2017.

Laba persaham dasar menjadi hanya Rp21,26 per saham, turun dariRp104,44 per saham pada semester I/2017.

Meskipun demikian, kas dan setara kas BSDE masih cukup solid, naik dari Rp5,79 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp8,75 triliun per akhir Juni 2018. Perseroan masih memiliki piutang usaha senilai Rp19 miliar pada pihak berelasi dan Rp396 miliar pada pihak ketiga.

Nilai piutang ini turun dibandingkan akhir 2017 yang nilainya Rp24,5 triliun pada pihak berelasi dan Rp465 miliar pada pihak ketiga.

Total aset perseroan meningkat signifikan dari Rp46 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp51 triliun pada akhir Juni 2018, terutama ditopang oleh peningkatan liabilitas dari Rp16,75 triliun menjadi Rp21,65 triliun. Ekuitas hanya meningkat tipis dari Rp29,2 triliun menjadi Rp29,72 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumi serpong damai

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top