Pendapatan APLN Anjlok, Laba Tergerus

APLN hanya membukukan laba tahun berjalan senilai Rp180 miliar, anjlok 83% dari Rp1,08 triliun pada semester I/2017. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk hanya Rp61,8 miliar, turun drastis 91% dari Rp696 miliar pada semester I/2017.
Emanuel B. Caesario | 30 Juli 2018 11:56 WIB
Assistant Vice President Marketing Agung Podomoro Land (APL) Alvin Andronicus (tengah) berbincang dengan pelanggan Amron Rahman (kanan), dan Sion S Lumban Gaol saat Agung Podomoro Investment Day, di ICE BSD, Serpong , Tangerang Selatan, Kamis (21/9). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja bisnis emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. sepanjang semester pertama tahun ini belum menggembirakan. Hal itu, tercermin dari pencapaian pendapatan APLN Rp2,5 triliun, turun 36% dibandingkan semester pertama 2017 yang mencapai Rp3,9 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang terbit Senin (30/7/2018), emiten dengan kode saham APLN ini membukukan beban pokok penjualan dan beban langsung senilai Rp1,38 triliun pada semester I/2018, turun dari Rp1,89 triliun pada semester I/2017.

Dengan demikian, laba bruto perseroan pada semester I/2018 mencapai Rp1,12 triliun, turun 45% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu Rp2,04 triliun.

Emiten dengan kode saham APLN ini juga membukukan beban usaha yang signifikan dan meningkat di beberapa komponen. Khususnya pada beban keuangan, emiten dengan kode saham APLN ini membukukan beban Rp409 miliar, naik dari Rp315 miliar pada semester I/2017.

APLN hanya membukukan laba tahun berjalan senilai Rp180 miliar, anjlok 83% dari Rp1,08 triliun pada semester I/2017. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk hanya Rp61,8 miliar, turun drastis 91% dari Rp696 miliar pada semester I/2017.

Pendapatan sebagian besar merupakan kinerja pemasaran pada tahun sebelumnya yang baru dibukukan sebagai pendapatan penjualan. Tahun lalu, APLN membukukan kinerja marketing sales yang tidak terlalu buruk, yakni Rp5 triliun.

Namun, pada semester pertama tahun ini, APLN hanya membukukan Rp1,42 triliun, turun 40% dibandingkan capaian semester I/2017 yang sebesar Rp2,37 triliun. Tahun lalu, APLN disokong oleh adanya penjualan bulk sales lahan senilai Rp1,4 triliun kepada China Fortune Land Development.

Dari sisi posisi keuangan, aset APLN hingga akhir Juni 2018 hanya berubah tipis dibandingkan akhir 2017, yakni dari Rp28,79 triliun menjadi Rp28,78 triliun. Namun, kas dan setara kas turun drastis 42% dari Rp2,3 triliun menjadi Rp1,33 triliun.

Liabilitas turun tipis dari Rp17,29 triliun menjadi Rp17,27 triliun, sedangkan ekuitas relatif tidak berubah pada Rp11,5 triliun. Perseroan masih memiliki piutang usaha kepada pihak ketiga senilai Rp1,41 triliun pada semester pertama tahun ini, meningkat dari Rp1,31 triliun pada akhir 2017 lalu.

Tag : agung podomoro
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top