Kiwoom Sekuritas: IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Kiwoom Sekuritas Indonesia memprediksi secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5.960-6.050, Senin (30/7/2018).
Emanuel B. Caesario | 30 Juli 2018 08:38 WIB
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memprediksi secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  masih berpotensi menguat dengan support dan resistance di level 5.960-6.050, Senin (30/7/2018).

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan pada akhir pekan lalu, IHSG melanjutkan penguatannya dan ditutup naik 0,72% ke level 5.989.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp122,5 miliar. Peningkatan terjadi pada sektor aneka industri dengan pertumbuhan 3,66% dan pertambangan 1,93%.

Untuk pekan ini, investor akan menanti rilis laporan data inflasi Juli 2018.

Adapun dari global, pengumuman data PDB AS pada akhir pekan lalu menyampaikan adanya kenaikan menjadi 4,1% pada kuartal II/2018 dari posisi kuartal sebelumnya yang sebesar 2,2%. 

"Kenaikan tersebut tentunya akan membawa keyakinan The Fed akan menaikan suku bunganya yang diprediksi pada September tahun ini," ujar Nico dalam riset harian, Senin (30/7).

Selain itu, China akhirnya meluncurkan kebijakan stimulus mulai dari pemotongan pajak hingga obligasi khusus untuk infrastruktur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan permintaan domestik Negeri Panda.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker juga setuju untuk menangguhkan tarif baru sembari terus fokus membicarakan perdagangan. Hal ini penting bagi kedua belah pihak untuk mendukung perekonomian kedua negara.

Tag : IHSG
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top