Semester II Sempat Dikhawatirkan Lesu IPO, Penjamin Emisi Tetap Optimistis

Kekhawatiran perusahaan sekuritas terkait potensi minat initial public offering (IPO) pada paruh kedua tahun ini terbantahkan. Sejumlah perusahaan sekuritas telah menerima mandat untuk menjadi penjamin penawaran umum perdana saham.
Tegar Arief | 29 Juli 2018 09:15 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kekhawatiran perusahaan sekuritas terkait potensi minat initial public offering (IPO) pada paruh kedua tahun ini terbantahkan. Sejumlah perusahaan sekuritas telah menerima mandat untuk menjadi penjamin penawaran umum perdana saham.

Padahal, pada pengujung semester I/2018 lalu tidak sedikit keraguan yang muncul dari para perusahaan penjamin emisi terhadap kondsi pasar paruh kedua. Pasalnya, kala itu cukup banyak perusahaan yang melakukan penundaan IPO.

PT NH Korindo Sekuritas Indonesia misalnya, yang pada enam bulan kedua tahun ini justru menangani IPO lebih banyak. Pada periode Januari-Juni 2018, perseroan menangani dua IPO yakni PT Sriwahana Adityakarta Tbk. (SWAT) dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk. (NUSA).

"Semester kedua tahun ini kami yang sudah jalan ada dua perusahaan, dan ada satu lagi. Jadi ada tiga perusahaan semester kedua," kata Direktur PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amin Suhendro Samirin kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dua perusahaan yang tengah ditangani oleh NH Korindo saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi film yakni PT MD Picture dan perusahaan media digital yakni PT Net Visi Media atau NET TV. Adapun satu perusahaan lainnya adalah bergerak di sektor penyewaan kendaraan.

"Satu lagi belum bisa kami sampaikan, tapi sedang proses dan akan segera submit. Lini bisnisnya di rental kendaraan," ujar Amin.

PT Sinarmas Sekuritas juga sama, di mana pada sisa tahun ini masih memiliki tiga perusahaan dalam pipeline IPO. Jumlah ini sama dengan perusahaan yang ditangani pada paruh pertama, yakni PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM), PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM), dan PT NFC Indonesia (NFCX).

"Kurang lebih ada tiga perusahaan yang ada di pipeline kami pada semester kedua tahun ini. Apa saja tidak bisa kami ungkapkan," kata Direktur PT Sinarmas Sekuritas Fendy Sutanto. Menurutnya, tingginya minat IPO ini membuktikan bahwa pasar modal masih menjadi tumpuan perusahaan untuk menghimpun dana.

Padahal, saat ini tekanan eksternal terhadap pasar modal cukup berat. Kata Fendy, hal ini juga mempengaruhi minat perusahaan untuk melakukan IPO. Namun, sejalan dengan pemulihan pasar minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa kembali pulih.

"Kalau market lesu ngapain jual saham? Tidak ada yang minat. Perusahaan akan lihat situasi, kalau market bagus langsung merealisasikan IPO," ujarnya.

Tag : ipo
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top