Greenback Flat Tunggu Rilis Data PDB AS

Indeks dolar AS bergerak cenderung flat pada perdagangan siang ini, Jumat (27/7/2018), menyusul rebound yang dibukukan semalam, saat investor menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani | 27 Juli 2018 14:36 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS bergerak cenderung flat pada perdagangan siang ini, Jumat (27/7/2018), menyusul rebound yang dibukukan semalam, saat investor menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Data produk domestik bruto (PDB) AS yang akan dirilis hari ini waktu setempat dapat memberi katalis baru bagi arah pergerakan greenback di tengah fokus pasar terhadap kebijakan moneter global dan arah imbal hasil obligasi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia melandai 0,05% atau 0,051 poin ke level 94,734 pada pukul 13.17 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,024 poin atau 0,03% di level 94,761, setelah pada perdagangan Kamis (26/7) berakhir rebound 0,59% atau 0,552 poin di posisi 94,785.

Rebound dolar AS semalam didorong pelemahan mata uang euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) bersikap cenderung dovish dalam pertemuan kebijakannya kemarin. ECB menyatakan tingkat suku bunga akan tetap berada di rekor terendah setidaknya hingga musim panas 2019.

Nilai tukar euro terpantau lanjut turun tipis 0,04% ke level US$1,638 pada pukul 13.28 WIB, setelah berakhir melemah 0,73% di posisi US$1,643 pada perdagangan Kamis.

Meski pelemahan euro mendongkrak tenaga dolar AS, penguatan greenback juga mendapat dukungan dari sisi lain.

Dilansir Reuters, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun memperpanjang kenaikannya semalam dan menyentuh level tertinggi enam pekan di 2,988% saat para pelaku pasar menantikan rilis data PDB AS yang diprediksi akan kuat.

Ekonomi AS diperkirakan akan tumbuh 4,1% yoy pada periode April-Juni 2018, setelah mencatat pertumbuhan sebesar 2% pada kuartal pertama.

“Dolar AS terlihat lebih tinggi secara keseluruhan dan ini mencerminkan peningkatan yang datang dari faktor-faktor fundamental, terutama imbal hasil AS yang lebih tinggi dan saham Wall Street di tengah meningkatnya daya tarik aset berisiko,” kata Junichi Ishikawa, senior FX strategist di IG Securities.

“[Namun] dolar akan tetap terjebak di antara kenaikan dari faktor-faktor fundamental dan tekanan yang datang karena faktor-faktor politik, seperti upaya Presiden Trump untuk mengendalikan kekuatan dolar.”

Posisi indeks dolar AS                                                                        

27/7/2018

(Pk. 13.17 WIB)

94,734

(-0,05%)

26/7/2018

94,785

(+0,59%)

25/7/2018

94,233

(-0,40%)

24/7/2018

94,613

(-0,02%)

23/7/2018

94,632

(+0,17%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as, ekonomi as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top