AS & Uni Eropa Sepakat Hapus Tarif Barang. Euro Mengencang, Dolar AS Loyo

Pergerakan indeks dolar AS melemah pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/7/2018), sedangkan kinerja mata uang euro menguat setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa sepakat untuk memulai diskusi penyelesaian perselisihan dagang antara kedua negara.
Renat Sofie Andriani | 26 Juli 2018 11:38 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS melemah pada perdagangan pagi ini, Kamis (26/7/2018), sedangkan kinerja mata uang euro menguat setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa sepakat untuk memulai diskusi penyelesaian perselisihan dagang antara kedua negara.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia melandai 0,08% atau 0,072 poin ke level 94,161 pada pukul 10.33 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka tutun 0,076 poin atau 0,08% di level 94,157, setelah pada perdagangan Rabu (25/7) berakhir melemah 0,40% atau 0,280 poin di posisi 94,233.

Sementara itu, nilai tukar euro terpantau lanjut naik 0,04% ke level US$1,734 pada pukul 10.44 WIB, setelah berakhir menguat 0,36% di posisi US$1,1729 pada perdagangan Rabu.

Menyusul pembicaraannya dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (25/7) menyatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk bekerja sama menghilangkan tarif, hambatan non-tarif, dan subsidi pada barang-barang industri non-otomotif.

Kesepakatan antara keduanya dengan cepat meredakan kekhawatiran pasar tentang memanasnya tensi perdagangan global antara AS dan Uni Eropa.

“Dolar AS secara luas melemah terhadap mata uang lain termasuk yuan China, saat tensi perdagangan mereda,” ujar Yukio Ishizuki, senior currency strategist di Daiwa Securities, dikutip Reuters.

“Amerika Serikat dan Uni Eropa tampaknya telah menyatakan perdamaian, [dengan demikian terdapat] harapan bahwa diskusi terkait NAFTA dan kesepakatan dengan China juga akan positif.”

Yuan China menguat pada perdagangan semalam, melonjak dari level terendah dalam 13 bulan yang disentuh pada Selasa (24/7). Mata uang lainnya ikut menguat terhadap dolar AS.

Pelaku pasar juga menantikan keputusan pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari ini waktu setempat, dengan ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya.

Sementara itu, investor akan mencermati pernyataan Gubernur ECB Mario Draghi demi mendapatkan petunjuk atas laju normalisasi kebijakan moneter bank tersebut.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

26/7/2018

(Pk. 10.33 WIB)

94,161

(-0,08%)

25/7/2018

94,233

(-0,40%)

24/7/2018

94,613

(-0,02%)

23/7/2018

94,632

(+0,17%)

20/7/2018                 

94,476

(-0,72%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Renat Sofie Andriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top