Kurs Jisdor Ditetapkan 14.515, Ekonom: Ruang Penguatan Rupiah Masih Lebar

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.515 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (25/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 25 Juli 2018 10:53 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.515 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (25/7/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.541 per dolar AS, menguat 26 poin atau 0,17% dari posisi Rp14.541 pada Selasa (24/7/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau menguat 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.525 per dolar AS pada pukul 09.45 WIB, setelah mulai rebound saat dibuka terapresiasi 28 poin atau 0,19% di level Rp14.517 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa (24/7), pergerakan mata uang Garuda melemah 63 poin atau 0,44% dan berakhir di level 14.545, kisaran level terendah sejak Oktober 2015.
Adapun sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.505-Rp14.525.

Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai pergerakan rupiah sudah jauh melewati level fundamentalnya, sehingga seharusnya ruang penguatan mata uang Garuda terbuka lebar.

“Jujur saja, Rp14.400 per dolar AS sudah di bawah ekspektasi dan fundamentalnya. Kalau berkaca pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, tidak layak di atas Rp14.400," jelas Tony, seperti dilansir Bisnis.com.

Melihat hal tersebut, Tony menilai masih ada persepsi yang kurang tepat terhadap rupiah. Menurutnya, yang sesuai dengan level fundamental rupiah adalah di kisaran Rp13.700-Rp14.000 per dolar AS.

Dengan demikian, masih ada ruang untuk penguatan. Tony melanjutkan seharusnya pelaku pasar memperhatikan fundamental rupiah, karena saat ini pasar masih terpengaruh sentimen psikologis efek The Fed dan perang dagang.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau berbalik naik tipis 0,02% atau 0,019 poin ke level 94,632 pada pukul 10.08 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,025 poin atau 0,03% di level 94,588, setelah pada perdagangan Selasa (24/7) berakhir terkoreksi 0,02% atau 0,019 poin di posisi 94,613.

Dolar AS bergerak di kisaran sempit menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Washington pada hari ini waktu setempat. Fokus investor pun beralih pada isu perdagangan antara AS dan Eropa.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

25 Juli

14.515

24 Juli

14.541

23 Juli

14.454

20 Juli

14.520

19 Juli

14.418

               

  

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top