Rekomendasi Obligasi: Pasar Berpotensi Mengalami Penguatan Terbatas

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi penguatan terbatas pada Rabu (25/7/2018).
Emanuel B. Caesario | 25 Juli 2018 09:37 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi penguatan terbatas pada Rabu (25/7/2018).

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan potensi penguatan yang terbatas ini datang dari masih melemahnya nilai tukar rupiah yang disebabkan oleh imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mulai kembali naik.

"Hal inilah yang akan menekan penguatan harga obligasi hari ini, meskipun secara teknikal analisa pasar obligasi seharusnya dapat menguat," paparnya dalam riset harian, Rabu (25/7).

Masih tingginya imbal hasil obligasi juga membuat pemerintah mulai fokus kepada pinjaman multilateral dan bilateral sehingga tidak membebani bunga yang akan dibayarkan. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mulai lebih fokus kepada surat utang yang diperuntukkan untuk ritel.

Namun, lanjut Nico, seandainya dulu pemerintah terus menerus mengedukasi masyarakat ritel mengenai obligasi maka mungkin porsi asing dalam hal kepemilikan obligasi bisa dikurangi.

"Kami merekomendasikan hold hingga berpotensi beli hari ini dengan melihat pergerakan arah pasar," tuturnya.

Pada Selasa (24/7), total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya di tengah hadirnya lelang dan bervariasinya harga obligasi. 

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 3-5 tahun, diikuti dengan 7-10 tahun dan di bawah 1 tahun. Sisanya, berada di tenor 10-15 tahun dan 15-20 tahun.

Nico mengungkapkan lelang Selasa (24/7) boleh dikatakan sepi peminat, meskipun obligasi jangka pendek mendominasi.

"Rasa khawatir akan rupiah yang terus melemah serta imbal hasil obligasi yang kian tidak menentu menjadi faktor dominan keraguan para pelaku pasar dan investor," jelasnya.

Tag : Obligasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top