Bursa Asia Hijau, IHSG Lanjutkan Reli Penguatan Empat Hari

IHSG ditutup di zona hijau meski hanya dengan penguatan 0,03% atau 2,05 poin ke level 5.933,89. Pagi tadi, indeks dibuka menguat 0,16% atau 9,29 poin ke level 5.941,13.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Juli 2018 17:16 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan hari keempat berturut-turut, Rabu (25/7/2018).

IHSG ditutup di zona hijau meski hanya dengan penguatan 0,03% atau 2,05 poin ke level 5.933,89. Penguatan ini melanjutkan pendakian empat hari di mana pada Selasa kemarin indeks juga ditutup menguat 0,27% atau 16,05 poin kelevel 5.931,84.

Pagi tadi, indeks dibuka menguat 0,16% atau 9,29 poin ke level 5.941,13. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.923,20 - 5.947,50. Dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 190 saham menguat, 185 saham melemah, dan 222 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor aneka industri yang menguat 2,67%, disusul sektor tambang yang menguat 1,44%. Adapun empat sektor lainnya melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, didorong oleh sektor infrastruktur yang melemah 1,87%.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks Bisnis27 ditutup melemah 0,04% atau 0,19 poin ke level 514,63, meskipun dibuka menguat 0,21% atau 1,1% di posisi 515,92.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak menguat sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,04), indeks SE Thailand (+1,10%), indeks PSEi Filipina (+0,90%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,05%).

Pergerakan indeks lainnya di Asia juga mayoritas menguat, dengan indeks Topix ditutup naik 0,38%, indeks Nikkei 225 ditutup menguat 0,46%, dan indeks Hang Seng menguat 0,90%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia naik moderat pada perdagangan hari ini, didukung optimisme atas laporan keuangan korporasi di Amerika Serikat serta harapan terhadap stimulus fiskal oleh pemerintah China yang dapat mendorong pertumbuhan.

Namun, tensi perdagangan tetap menjadi perhatian pelaku pasar menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada hari ini waktu setempat.

Pada perdagangan Selasa (24/7), indeks Standard & Poor’s 500 ditutup di level tertinggi sejak 1 Februari menyusul lonjakan saham Alphabet Inc yang menopang ekspektasi musim pelaporan keuangan yang kuat.

“Penguatan bursa saham AS serta rencana stimulus China memberikan dukungan bagi ekuitas. Laporan keuangan perusahaan akan terus dirilis dan ini akan menjadi titik fokus utama bagi pasar, yang juga harus mengawasi perkembangan isu perdagangan,” kata Soichiro Monji, ekonom senior di Daiwa SB Investments, dikutip Bloomberg.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

ASII

+3,38

UNTR

+5,02

INKP

+4,19

ADRO

+4,44

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TLKM

-3,23

HMSP

-1,57

UNVR

-1,01

BBRI

-0,66

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top