Profindo Sekuritas Indonesia: Aksi Profit Taking Ancam Pelemahan IHSG

Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks pada hari ini cenderung melemah dengan range pergerakan 5.841- 5.960.
Mia Chitra Dinisari | 25 Juli 2018 09:49 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Selasa (16/1/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Profindo Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks pada hari ini cenderung melemah dengan range pergerakan 5.841- 5.960.

Adapun saham yang diperhatikan adalah EXCL (Acc buy), BBTN (SoS),INDY (buy, JSMR (buy), INCO (buy), dan TPIA (buy).

Analis Yuliana mengatakan secara teknikal, Indeks membentuk shooting star candlestick pattern mengindikasikan bearish reversal. Disamping itu, adanya kenaikan selama tiga hari berturut – turut kemungkinan Indeks akan terjadi profit taking.

Sementara itu, Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat sebagian besar berakhir menguat setelah laporan keuangan kuartal kedua dari perusahaan Google, Alphabet melaporkan kinerja yang memuaskan sehingga menjadi sentiment postif bagi para pelaku pasar. Dow Jones +0.79%, Nasdaq -0.01%, dan S&P 500 +0.48%

Bursa Eropa kompak ditutup menguat didorong rilis laporan keuangan emiten di kuartal kedua yang lebih tinggi dai perkiraan. Selain itu, kenaikan Indeks juga ditopang menguatnya saham sektor sumber daya dan sektor otomotif. FTSE 100 +0.70%, Stoxx600 +0.86%, CAC 40 +1.04% dan Dax +1.12%.

Harga minyak mentah dunia menguat setelah adanya laporan yang menyatakan bahwa China akan meningkatkan belanja infrastruktur membantu mengurangi kekhawatiran perang dagang. Hal ini dikarenakan adanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China akan mengurangi permintaan akan energi terutama minyak. Dengan adanya laporan tersebut maka akan membantu kenaikan harga minyak.

IHSG pada perdagangan kemarin berakhir menguat ditopang menguatnya enam sektor terutama sektor industry dasar +1.23% dan properti +0.69%. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 288 miliar dengan saham BBC0A dan BMRI menjadi net top buyer sedangkan saham TKIM dan UNTR menjadi net top seller.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top