Kiwoom Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat di Tengah Bayang-bayang Perang Dagang

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat lagi pada sesi perdagangan Rabu (25/7/2018), kendati secara umum masih dibayangi sentimen negatif perang dagang.
Emanuel B. Caesario | 25 Juli 2018 09:29 WIB
Mahasiswa berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat lagi pada sesi perdagangan Rabu (25/7/2018), kendati secara umum masih dibayangi sentimen negatif perang dagang.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan dalam kondisi perekenomian yang kurang baik, Pemerintah China akan melakukan tindakan fiskal dan melonggarkan stimulus demi mendorong perekonomiannya.

Selain itu, dalam perang dagang, China dinilai memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan eksistensi sebagai negara pengekspor.

Dia memandang pelemahan yuan justru dapat dimanfaatkan dengan baik, meskipun berpotensi menyeret rupiah melemah lebih dalam. Permasalahannya adalah fundamental kedua negara ini berbeda.

"Pelemahan rupiah kami prediksi bisa ke titik Rp14.600, ini merupakan satu fase sebelum Rp14.700 yang pernah dicapai pada 2015," ujar Nico dalam riset harian, Rabu (25/7).

Dia melanjutkan secara teknikal, IHSG diprediksi menguat dengan support dan resistance di level 5.923-5.944.

Pada Selasa (24/7), IHSG ditutup naik 0,27% ke level 5.931. Investor asing melakukan aksi net buy sebesar Rp288,3 miliar, dengan kenaikan terbesar terjadi di sektor konstruksi yakni sebesar 0,64% dan keuangan yang tumbuh 0,55%.

Tag : IHSG
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top