Dolar AS Bergejolak, Hampir Seluruh Mata Uang Asia Memerah Sepanjang Tahun

Indeks dolar AS kembali melemah 0,14% membawanya pada posisi 94,48. Namun, sebagian mata uang Asia terlihat masih mengalami pelemahan, dan apabila melihat pergerakan secara year-to-date (ytd), seluruh mata uang Asia kompak memerah, kecuali yen Jepang.
Mutiara Nabila | 24 Juli 2018 21:13 WIB
Dolar AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS kembali melemah 0,14% membawanya pada posisi 94,48. Namun, sebagian mata uang Asia terlihat masih mengalami pelemahan, dan apabila melihat pergerakan secara year-to-date (ytd), seluruh mata uang Asia kompak memerah, kecuali yen Jepang.

Pada perdagangan Selasa (24/7), pukul 18.00 WIB, tercatat mata uang India rupee mengalami pelemahan 0,02 poin atau 0,04% menjadi 68,88 rupee per dolar AS, secara ytd, rupee melemah 7,28%.

Selanjutnya, mata uang garuda ditutup melemah 64 poin atau 0,43% sehingga berdiri di posisi Rp14.545 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah sejauh 6,80% sepanjang tahun.

Pelemahan juga dialami oleh mata uang Korea Selatan won yang merosot 3,97 poin atau 0,35% yang membawanya ke posisi 1.135,20 won per dolar AS. Mata uang Negeri Ginseng itu telah mengalami pelemahan sebanyak 5,97% selama tahun ini.

Adapun, mata uang China yuan offshore melemah 0,006 poin atau 0,095% menjadi 6,81 yuan per dolar AS. Mata uang tersebut sudah tergelincir 4,37% secara ytd.

Selanjutnya, pelemahan turut dialami oleh dolar Taiwan dengan penurunan sebanyak 0,062 poin atau 0,20% menjadi 30,70 dolar Taiwan per dolar AS. Dolar Taiwan telah melemah3,16% sepanjang tahun ini.

Terakhir, yang juga mengalami pelemahan adalah mata uang ringgit Malaysia, yang mengalami penurunan 0,004 poin atau 0,98% menjadi 4,06 ringgit per dolar AS. Selama tahun berjalan, ringgit menagalami pelemahan 0,48%.

Mata uang lainnya kembali mengalami penguatan. Peso Filipina tercatat menguat 0,09 poin atau 0,18% menjadi 53,38 peso per dolar AS. Peso Filipina tercatat melemah 6,62% sepanjang tahun ini.

Kemudian, mata uang China yuan renminbi turut terkerek tipis sejumlah 0,003 poin atau 0,05% menjadi 6,79 yuan per dolar AS. Yuan renminbi mencatatkan pelemahan sejauh 4,25% selama tahun berjalan.

Selanjutnya, mata uang baht Thailand juga mengalami penguatan sebanyak 0,08 poin atau 0,23% menjadi 33,34 baht per dolar AS. Mata uang Negeri Gajah Putih itu melemah 2,32% secara ytd.

Penguatan mata uang juga dialami oleh dolar Singapura yang terangkat 0,001 poin atau 0,13% menjadi 1,36 dolar Singapura per dolar AS. Mata uang Kota Singa itu melemah 2,01% selama tahun berjalan.

Mata uang dolar Hongkong tak luput mengalami penguatan, yang terkerek tipis 0,002 poin atau 0,02% menjadi 7,84 dolar Hongkong per dolar AS. Dolar Hongkong tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,40% di hadapan dolar AS sepanjang tahun ini.

Terakhir, mata uang Asia yang mengalami penguatan adalah yen Jepang, yang menguat 0,31 poin atau 0,27% menjadi 111,04 yuan per dolar AS. Mata uang Negeri Matahari Terbit itu menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat di hadapan dolar AS secara ytd dengan kenaikan sebanyak 1,48%.

Tag : dolar as
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top