Sektor Finansial Dorong S&P dan Nasdaq Menguat

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 13,83 poin atau 0,06% ke 25.044,29, sedangkan indeks Standard & Poors 500 naik 5,15 poin atau 0,18% ke 2.806,98 dan Nasdaq Composite menguat 21,68 poin atau 0,28% ke 7.841,87.
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Juli 2018 06:02 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 dan Nasdaq di bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin (23/7/2018) karena lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun mendorong saham sektor keuangan.

Sementara itu, investor mengantisipasi berlanjutnya laporan kinerja emiten dan data pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 13,83 poin atau 0,06% ke 25.044,29, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 5,15 poin atau 0,18% ke 2.806,98 dan Nasdaq Composite menguat 21,68 poin atau 0,28% ke 7.841,87.

Dilansir Reuters, indeks saham sektor keuangan naik 1,3% setelah imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Kenaikan ini membuat Federal Reserve kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga meskipun ada kritik dari Presiden Donald Trump.

"Imbal hasil naik di seluruh bursa, yang merupakan tanda penguatan ekonomi. Kinerja emiten juga sangat kuat," kata Oliver Pursche, kepala analis di Bruderman Asset Management, seperti dikutip Reuters.

Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan laba mencapai sekitar 22 persen untuk musim laba kuartal kedua, naik dari 20,7% pada awal bulan, menurut data Thomson Reuters I/B/E/S.

Berita perundingan perdagangan yang sedang berlangsung juga membantu penguatan saham AS. Presiden Meksiko terpilih Andres Manuel Lopez Obrador mengirim surat kepada Trump untuk mendesak negosiasi perdagangan NAFTA, dan pejabat perdagangan dari Meksiko dan AS akan bertemu akhir pekan ini.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dijadwalkan bertemu dengan Trump pada hari Rabu untuk membahas pengenaan tarif impor, meskipun ia tidak akan tiba di Washington dengan tawaran perdagangan tertentu.

Di sisi lain, sejumlah investor khawatir terhadap pengaruh ketegangan perdagangan internasional terhadap dolar AS, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa perusahaan multinasional AS mengevaluasi kembali strategi lindung nilai mata uang mereka.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top