Harga Emas Kian Bergejolak, Ini Prediksi World Gold Council

World Gold Council atau Dewan Emas Dunia memprediksikan bahwa ada tiga faktor yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas selama semester II/2018. Dewan tersebut memperkirakan bahwa pelemahan harga saat ini akan menarik minat investor baru untuk membeli dan meningkatkan permintaan pada masa mendatang.
Mutiara Nabila | 24 Juli 2018 22:06 WIB
Harga emas berjangka naik di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – World Gold Council atau Dewan Emas Dunia memprediksikan bahwa ada tiga faktor yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas selama semester II/2018. Dewan tersebut memperkirakan bahwa pelemahan harga saat ini akan menarik minat investor baru untuk membeli dan meningkatkan permintaan pada masa mendatang.

Dalam laporan resmi World Gold Council yang dikutip Bisnis, Selasa (24/7), outlook-nya menunjukkan bahwa ada tiga faktor yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas sepanjang semester II/2018. Pertama, pertumbuhan ekonomi global yang positif tetapi tidak merata. Kedua, dampak perang dagang pada pergerakan mata uang. Ketiga, adanya kenaikan inflasi dan pembalikan kurva hasil.

“Pelemahan harga emas saat ini akan mendorong permintaan emas di luar sektor aset. Dengan harga yang rendah akan memacu aksi beli seperti dari sektor perhiasan dan akan lebih menarik bagi investor yang baru terjun ke dunia perdagangan dalam beberapa waktu mendatang,” ungkap Juan Carlos, Direktur Riset Investasi World Gold Council.

Pada sepanjang semester I/2018, sejumlah saham mengalami penurunan karena adanya kenaikan tensi geopolitik dan sebagian besar telah dijual pada awal kuartal II/2018. Sejauh ini, Carlos menilai bahwa investor mengabaikan kenaikan retorika ketegangan perang dagang antara AS dengan sejumlah rekanannya, untuk menghindari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global jangka panjang.

Harga emas terus merosot. Emas sempat menguat lebih dari 4% pada awal tahun dan berakhir pada Juni lalu kembali ke nilai yang sama dengan pada awal tahun. Tren pelemahan tersebut terus berlanjut Hingga saat ini.

Carlos menegaskan bahwa tren pelemahan harga emas dipicu oleh kombinasi dari tiga faktor, yakni penguatan dolar AS, minat investor yang lebih tinggi pada aset berisiko, dan pergerakan fisikal emas yang lemah sepanjang kuartal I/2018.

“Pada saat yang sama, momentum harga emas dan posisi investor pada perdagangan derivatif juga semakin menekan penurunan harga emas. Namun, kami yakin akan ada alasan untuk lebih optimistis di semester kedua tahun ini,” lanjut Carlos.

World Gold Council optimistis bahwa dolar AS tidak akan menguat untuk jangka panjang. Dolar AS memang sudah terus mengalami reli dalam beberapa bulan terakhir, mencatatkan apresiasi tertinggi sejak kuartal akhir 2016.

Menurut laporan World Gold Council, penguatan dolar AS dipicu oleh kombinasi dari dua hal. Pertama, karena keberlanjutan kebijakan moneter yang mudah di beberapa wilayah dunia. Kedua, adanya persepsi bahwa AS kemungkinan akan mengambil keuntungan dari perang dagang untuk jangka pendek.

Perubahan suku bunga sangat mempengaruhi pergerakan dolar AS. Kekuatan perekonomian AS akan membuka jalan bagi Federal Reserve AS untuk terus melanjutkan penormalan kebijakan dalam laju yang stabil.

Selain itu, dari sisi kelanjutan retorika kesepakatan perang dagang, pasar melihat ada kemungkinan bahwa AS akan terus berupaya mengambil keuntungan apabila ada negosiasi ulang dengan lawan dagangnya.

“Sejumlah ekonom yakin bahwa kenaikan tarif dagang akhirnya akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi global. Meskipun bisa menurunkan permintaan pada emas, kemungkinan dampaknya tidak akan besar, karena dolar AS juga akan melemah,” kata Alistair Hewitt, Direktur Intelijen Pasar World Gold Council.

Hewitt menambahkan bahwa secara historikal, pelemahan dolar AS akan memacu dorongan bagi penguatan harga emas, dan sebaliknya.

Tag : Harga Emas Hari Ini
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top