Bukit Asam (PTBA) Incar Penjualan Batu Bara Tembus 60 Juta Ton

Emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 60 juta ton pada 2023 seiring dengan meningkatnya kapasitas angkutan.
Hafiyyan | 24 Juli 2018 16:47 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara sekitar 60 juta ton pada 2023 seiring dengan meningkatnya kapasitas angkutan.

Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin menuturkan, saat ini kapasitas produksi batu bara perusahaan berkisar 25 juta ton karena menyesuaikan dengan kapasitas angkutan kereta api.

Jumlah produksi ditargetkan tumbuh menjadi 60 juta ton pada 2023 seiring dengan peningkatan kapasitas angkutan dari tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

“Karena outline revenue PTBA sangat ditentukan kapasitas angkutan. Kalau [menaikan] produksi bisa tambah alat atau operasional tambang. Namun, batu bara baru menjadi value atau bisa dijual setelah diangkut dari pelabuhan. Makanya kita fokus pengembangan ke situ [pengembangan angkutan],” paparnya, Senin (23/7/2018).

Secara garis besar, sambung Fuad, ada tiga proyek pengembangan angkutan yang dilakukan PTBA. Pertama, penambahan kapasitas Dermaga Kertapati, Palembang, dari 3,7 juta ton menjadi 5 juta ton per tahun. Diharapkan operasional penuh dapat berlangsung pada Agustus 2019.

Kedua, pengembangan jalur Kereta Api (KA) arah utara, yakni Tanjung Enim—Prajen, Sumsel, dengan kapasitas 10 juta ton per tahun. Proyek yang bekerja sama dengan PT KAI ini diharapkan beroperasi pada 2022.

Ketiga, pengembangan jalur Kereta Api (KA) arah selatan, yakni Tanjung Enim—Tarahan, Lampung Selatan. Pembangunan fase I, yaitu menaikan kapasitas menjadi 25 juta ton dari sebelumnya 20 juta ton akan rampung pada 2020.

Pembangunan fase II ialah menaikan kapasitas angkut batu bara menjadi 45 juta ton per tahun yang beroperasi pada 2023. Dengan demikian, total kapasitas angkutan mencapai 60 juta ton per tahun dalam 5 tahun ke depan.

Fuad menambahkan, pengembangan tiga proyek angkutan sudah masuk ke dalam alokasi belanja modal 2018. Tahun ini, PTBA menganggarkan capex senilai Rp6,55 triliun, di mana Rp5,12 triliun digunakan untuk investasi pengembangan.

Tag : ptba, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top