Adaro (ADRO) Tuntaskan Akuisisi Kestrel

"Tinggal administratif saja, izin dari pihak Pemerintah Australia juga sudah beres, tinggal satu atau dua bulan selesai," kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/7/2018).
Tegar Arief | 24 Juli 2018 13:49 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menyerahkan piagam penghargaan wajib pajak kepada Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Proses akuisisi saham Rio Tinto oleh PT Adaro Energy Tbk. telah masuk ke finalisasi. Saat ini, emiten bersandi ADRO tersebut tengah menuntaskan proses administrasi.

"Tinggal administratif saja, izin dari pihak Pemerintah Australia juga sudah beres, tinggal satu atau dua bulan selesai," kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/7/2018).

ADRO bersama EMR Capital telah menandatangani perjanjian mengikat untuk mengakuisisi 80% saham Rio Tinto di tambang batu bara kokas Kestrel. Adapun nilai total konsiderasi akuisisi tersebut mencapai US$2,25 miliar.

Tambang Kestrel terletak di Cekungan Bowen, salah satu wilayah utama batu bara metalurgi atau coking coal di dunia. Kestrel memproduksi batu bara kokas keras sebesar 4,25 juta ton (berdasarkan kepemilikan 100%) pada 2017.

Per 31 Desember 2017, cadangan yang dapat di pasarkan diperkirakan mencapai 146 juta ton serta sumber daya sebesar 241 juta ton. Rencananya, ADRO dan EMR akan bersama-sama mengelola dan mengoperasikan Kestrel.

Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini menambahkan, pada dasarnya tidak ada hambatan yang berarti dalam proses akuisisi tersebut, selain masalah administratif yang harus dipenuhi oleh perseroan.

"Misalnya kalau mau beli rumah kan ada akad kredit. Akad kredit itu ada persyaratan dokumen banyak, nah seperti itu. InsyaAllah segera kami penuhi," ujarnya.

Tag : adaro
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top