Oso Sekuritas: IHSG Masih Lanjut Menguat Meski Cenderung Terbatas

Oso Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 5.884 - 5.987.
Mia Chitra Dinisari | 24 Juli 2018 08:40 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 5.884 - 5.987.

Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan hal tersebut terlihat dari pola IHSG menguji resistance terdekat dengan indikator Stochastic kembali golden cross dan MACD line bullish dengan volume turun.

Pada perdagangan awal pekan ini (23/07), IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,73% ke level 5.915,80. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor Infrastruktur dan Barang Konsumsi memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,54% dan 1,48%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: HMSP, BBRI, BBCA, TLKM, UNTR Kenaikan pada indeks terjadi seiring dengan adanya perselisihan antara Presiden Trump dan Federal Reserve, dimana Presiden Trump menyatakan kenaikan suku bunga The Fed yang agresif akan membuat perekonomian AS terancam.

Hal ini kemudian menjadi salah satu harapan bagi investor bahwa suku bunga The Fed masih potensi untuk ditahan berdasarkan argumen yang dikeluarkan oleh Presiden AS. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp347 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,09% ke level Rp14.482.

Sementara itu, indeks utama bursa AS bergerak mixed dengan mayoritas berada di teritori positif. Indeks S&P naik 0,18% ke level 2.806,98, Nasdaq menguat 0,28% ke level 7.841,87. Sedangkan indeks Dow Jones malah ditutup melemah 0,06%.

Penguatan pada mayoritas indeks AS nampaknya inline dengan rilisnya data Chicago Fed National Activity Index bulan Juni yang berhasil tumbuh positif di level 0.43 atau lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang negatif di level -0,45.

Selain itu, adanya kenaikan pada sektor keuangan yang signifikan sebesar 1.3% turut menjadi pendukung kenaikan indeks. Adapun kenaikan ini salah satunya dikarenakan sikap yang kemungkinan diambil oleh Federal Reserve yang nampaknya masih akan terus menaikkan suku bunganya meskipun ada kritikan cukup keras dari Presiden AS.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top