Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Diprediksi Melemah Terbatas, Ini Penyebabnya

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pasar obligasi pagi ini, Senin (23/7/2018) akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.
Emanuel B. Caesario | 23 Juli 2018 08:51 WIB
SURAT UTANG NEGARA

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pasar obligasi pagi ini, Senin (23/7/2018) akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa keterbatasan ini datang dari kemungkinan adanya intervensi oleh Bank Indonesia hari ini.

Menurutnya, kemungkinan intervensi ini dikarenakan obligasi acuan mulai mendekati titik terendahnya hari ini, meskipun obligasi 5 tahun terus melewati titik terendah beberapa hari yang lalu.

Nico mengatakan, fokus berikutnya adalah menjaga harga obligasi untuk tidak mengalami penurunan lebih jauh pada hari ini.

"Apabila penurunan harga obligasi tidak terelakkan hari ini, maka jual menjadi pilihan lebih baik saat ini, dan bersiap kembali membeli di posisi rendah," katanya dalam riset harian, Senin (23/7/2018).

Tidak lupa juga, lanjutnya, tatkala harga obligasi pemerintah sedang jatuh, para pelaku pasar dan investor bisa mencari obligasi pemerintah yang memiliki kupon tinggi, atau obligasi korporasi.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat pekan lalu, di tengah kekhawatiran akan penurunan harga obligasi, total transaksi menurun, tetapi total frekuensi meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7 – 10 tahun, diikuti dengan <1 tahun dan 15 – 20 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga 20 tahun.

 

Tag : Obligasi
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top