Semester I/2018: Pakuwon Jati (PWON) Raih Marketing Sales Rp1,09 Triliun

Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. sudah merealisasikan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,09 triliun sepanjang semester pertama tahun ini atau 41,7% dari target perseroan tahun ini Rp2,6 triliun.
Emanuel B. Caesario | 23 Juli 2018 15:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. sudah merealisasikan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar Rp1,09 triliun sepanjang semester pertama tahun ini atau 41,7% dari target perseroan tahun ini Rp2,6 triliun.

Minarto Basuki, Direktur Independen dan Keuangan Pakuwon Jati, mengatakan bahwa nilai pemasaran perseroan tahun ini memang belum setinggi periode yang sama tahun lalu.

Nilai marketing sales perseroan pada semester pertama tahun ini turun 9,6% dibandingkan dengan Rp1,2 triliun pada semester pertama 2017. Pemasaran properti perseroan sepanjang semester pertama tahun ini berasal dari penjualan unit secara ritel, tanpa penjualan besar atau bulk sales.

Emiten dengan kode saham PWON ini menargetkan nilai marketing sales tahun ini sebesar Rp2,067 triliun. Target ini lebih tinggi 4% dibandingkan dengan realisasi marketing sales perseroan sepanjang 2017 lalu yang sebesar Rp2,505 triliun.

Bila menimbang capaian pada semester pertama tahun ini yang justru turun dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu, PWON harus bekerja lebih keras untuk mencapai targetnya tahun ini. Penjualan perseroan selama ini terdiversifikasi pada apartemen, perumahan, dan kantor.

“Ya, kami akan mengejar [target marketing sales] di semester kedua ini. Tidak ada revisi target,” katanya pada Bisnis.com, Senin (23/7/2018).

Kendati target tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi sejatinya target ini belum lebih baik dibandingkan dengan realisasi kinerja perseroan pada 2013-2015. Saat itu, nilai marketing sales PWON selalu di atas Rp3 triliun.

Pada 2016, nilainya turun drastis menjadi hanya Rp2,28 triliun, tetapi pada 2017 mulai sedikit meningkat lagi. Kondisi pasar properti yang secara umum masih belum sepenuhnya pulih menjadi alasan target kinerja perseroan tidak terlalu muluk.

Lagi pula, PWON merupakan emiten properti dengan aset properti investasi yang cukup solid dan mampu menopang sekitar 50% dari capaian pendapatan setiap tahun.

Aset penyumbang pendapatan berulang atau recurring income perseroan terutama berasal dari mal, mencapai 38,9% dari total pendapatan pada kuartal pertama tahun ini. Selanjutnya perkantoran menyumbang 4%, hotel dan apartemen servis 7,4%. Sisanya dari penjualan properti.

Penjualan properti perseroan pada semester pertama tahun ini berasal dari beberapa proyek. Penjualan apartemen terkonsentrasi pada 4 proyek mixed-use, yakni Kota Kasablanka, Tunjungan City, Pakuwon City dan Pakuwon Mall.

Di Kota Kasablanka ada menara Angelo, Bella, dan Chianti, serta satu menara kantor untuk dijual, yakni Pakuwon Tower. Di Tunjungan City ada One Icon dan Pakuwon Tower. Di Pakuwon City ada menara Amor, sedangkan di Pakuwon Mall ada menara Anderson dan Benson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pakuwon jati

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top