Lapkeu Emiten & SBI Jadi Katalis Positif Pasar Saham?

Laporan keuangan yang akan dirilis oleh emiten dan kebijakan pemerintah yang mengaktifkan kembali Sertifikat Bank Indoensia (SBI) diyakini menjadi katalis positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Tegar Arief | 23 Juli 2018 18:20 WIB
Pengguna jalan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Jakarta, Jumat (20/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan keuangan yang akan dirilis oleh emiten dan kebijakan pemerintah yang mengaktifkan kembali Sertifikat Bank Indoensia (SBI) diyakini menjadi katalis positif indeks harga saham gabungan (IHSG).

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, jika emiten yang mencatatkan kinerja positif segera merilis laporan keuangan, maka bukan tidak mungkin indeks akan kembali parkir pada level 6.000.

"Ini menjadi momentum untuk mengerek indeks dalam waktu dekat. IHSG akan bertumpu pada kinerja perusahaan yang mencatatkan kenaikan tajam," katanya saat dihubungi, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, sektor-sektor yang akan mencatatkan kinerja memuaskan dan menopang IHSG adalah properti, keuangan, otomotif, pertambangan, aneka industri, serta infrastruktur.

Sebaliknya, kata Nafan, jika emiten menunda laporan keuangan maka pemulihan IHSG akan terhambat. Apalagi, sentimen global terutama yang berasal dari perang dagang antara AS dan China masih terus mengancam.

Adapun mengenai SBI, menurutnya akan berdampak besar pada fundamental emiten. Terutama terhadap emiten yang banyak menggunakan bahan baku impor, serta perusahaan yang memiliki utang dalam bentuk dollar AS. "SBI akan memulihkan fundamental emiten. Ujungnya, indeks akan terdampak jika nilai tukar rupiah stabil," ujarnya.

Kepala Riset Narada Kapital Kiswoyo Adi Joe meyakini, setelah rilisnya laporan keuangan emiten kuartal II/2018 indeks akan bergerak ke arah 6.000. Pasalnya saat ini IHSG telah melewati batas tengah yakni 5.750.

"Ini sepertinya akan langsung ke 6.000 dan kemungkinan akan bertahan karena sudah melampaui batas tengah," kata dia.

Adapun mengenai SBI, menurut Kiswoyo akan mendapat sambutan positif dari pasar. Pasalnya, investor asing tengah menunggu instrumen investasi jenis ini dalam beberapa tahun terakhir.

Senior Portofolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Caroline Rusli berpendapat, sentimen positif yang akan mendorong pasar saham ke level yang lebih tinggi adalah perbaikan struktural yang dicanangkan oleh pemerintah.

Misalnya pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang baik akan menurunkan biaya logistik. Alhasil, harga barang-barang lebih terjangkau dan subsidi pemerintah pun akan berkurang.

"Belum lagi multiplier effect yang timbul akibat konektivitas tersebut. Keterhubungan kota dan pulau akan mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sehingga kesenjangan akan berkurang," ujarnya.

Sementara itu, sentimen positif jangka pendek yang bisa megerek indeks adalah kenaikan harga komoditas yang meningkatkan ekspor dan mendorong konsumsi. Selain itu, turunnya impor minyak setelah Lebaran akan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

Tag : IHSG
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top