Donald Trump Kritik The Fed, Reli Dolar AS Tergelincir

Dolar AS bergerak defensif terhadap mata uang yen dan euro pada perdagangan pagi ini, Jumat (20/7/2018), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keprihatinan tentang kekuatan dolar dan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Renat Sofie Andriani | 20 Juli 2018 09:35 WIB
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS bergerak defensif terhadap mata uang yen dan euro pada perdagangan pagi ini, Jumat (20/7/2018), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keprihatinan tentang kekuatan dolar dan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Berdasarkan data Reuters, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar terhadap sejumlah mata uang utama turun ke level 95,123 pagi ini. Greenback telah tergelincir dari level tertingginya dalam setahun di level 95,652 menyusul komentar yang disampaikan Trump.

Terhadap yen Jepang, dolar mampu mengikis pelemahannya setelah turun ke level 112,05 yen dari level tertingginya dalam enam bulan di posisi 113,18 pada Kamis (19/7). Adapun mata uang euro naik 0,1% ke level US$1,16545 setelah turun ke level terendahnya dalam hampir tiga pekan di US$1,5750 pada Kamis.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Kamis, Trump mengatakan bahwa penguatan dolar AS menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang kurang menguntungkan, saat mata uang yuan China melemah.

Untuk diketahui, penguatan mata uang cenderung membuat ekspor suatu negara lebih mahal.

Trump juga menunjukkan perasaan tidak gembira tentang langkah pengetatan moneter oleh The Fed. Ia mengkhawatirkan potensi dampak kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS terhadap ekonomi Negeri Paman Sam dan daya saing perusahaan Amerika.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Gedung Putih buru-buru menyatakan bahwa Trump menghormati kebebasan The Fed dan tidak ikut campur dengan keputusan kebijakan bank sentral AS tersebut.

“Pasar tampak sedikit lengah. Diskusi dan perdebatan seputar kebijakan perdagangan sejauh ini belum melibatkan valuta asing,” kata Shinichiro Kadota, senior FX and rates strategist di Barclays, seperti dikutip Reuters.

“Sekarang sepertinya Trump mengritik pelemahan yuan dan euro serta penguatan dolar AS. Saya kira itu telah membuat orang sedikit terkejut," tambahnya.

Mata uang yuan offshore dilaporkan naik 0,1% ke posisi 6,7833 per dolar AS pagi ini, meskipun tetap berada di kisaran level terendahnya di 6,8079 per dolar AS yang dibukukan kemarin.

“Saya pikir pergerakan dolar terhadap yen masih bisa terus menjadi yang paling terpengaruh,” lanjut Kadota. “[Pada Kamis], Trump tidak berbicara tentang yen, tetapi apa yang dilakukannya [yen] menimbulkan beberapa kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan, sehingga bisa juga membebani sentimen risiko seperti yang dilakukan sebelumnya.”

 

Tag : dolar as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top