Kurs Jisdor Melemah ke 14.520, Rupiah Terus Tertekan di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau kurs referensi Jisdor ditetapkan Rp14.520 per dolar AS, melemah 102 poin atau 0,2% dari posisi Rp14.418 pada Kamis (19/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juli 2018 10:57 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.520 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (20/7/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau kurs referensi Jisdor ditetapkan Rp14.520 per dolar AS, melemah 102 poin atau 0,2% dari posisi Rp14.418 pada Kamis (19/7/2018).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau melemah 88 poin atau 0,61% ke level Rp14.530 per dolar AS pada pukul 10.42 WIB.

Nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 35 poin atau 0,24% di level Rp14.477 per dolar AS, setelah pada perdagangan kemarin, Kamis (19/7), mata uang Garuda ditutup melemah 28 poin atau 0,19% di level 14.442 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.474-Rp14.530.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,06% atau 0,055 poin ke level 95,109 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka melemah 0,037 poin posisi 95,127 setelah berakhir menguat 0,08% atau 0,079 poin di level 95,164 pada perdagangan Kamis (19/7).

Dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keprihatinan tentang kekuatan dolar dan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Kamis, Trump mengatakan bahwa penguatan dolar AS menempatkan Amerika Serikat pada posisi yang kurang menguntungkan, saat mata uang yuan China melemah. Untuk diketahui, penguatan mata uang cenderung membuat ekspor suatu negara lebih mahal.

Trump juga menunjukkan perasaan tidak gembira tentang langkah pengetatan moneter oleh The Fed. Ia mengkhawatirkan potensi dampak kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS terhadap ekonomi Negeri Paman Sam dan daya saing perusahaan Amerika.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Gedung Putih buru-buru menyatakan bahwa Trump menghormati kebebasan The Fed dan tidak ikut campur dengan keputusan kebijakan bank sentral AS tersebut.

“Pasar tampak sedikit lengah. Diskusi dan perdebatan seputar kebijakan perdagangan sejauh ini belum melibatkan valuta asing,” kata Shinichiro Kadota, senior FX and rates strategist di Barclays, seperti dikutip Reuters.

“Sekarang sepertinya Trump mengritik pelemahan yuan dan euro serta penguatan dolar AS. Saya kira itu telah membuat orang sedikit terkejut," tambahnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

20 Juli

14.520

19 Juli

14.418

18 Juli

14.406

17 Juli

14.391

16 Juli

14.396

               

  

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top