Barito Pacific (BRPT) Siapkan Capex US$1,19 Miliar demi Genjot Petrokimia

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mengalokasikan belanja modal senilai US$1,19 miliar pada 20182020 untuk menambah kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900.000 ton menjadi 4,2 juta ton per tahun.
Hafiyyan | 18 Juli 2018 21:57 WIB
Barito Pacific

Bisnis.com, JAKARTA — PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mengalokasikan belanja modal senilai US$1,19 miliar pada 2018—2020 untuk menambah kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900.000 ton menjadi 4,2 juta ton per tahun.

Direktur Independen sekaligus CFO Barito Pacific David Kosasih menyampaikan, perusahaan sedang menggarap sejumlah proyek petrokimia untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan seiring dengan tingginya permintaan dan konsumsi masyarakat.

“Industri petrokimia trennya selalu bertumbuh, walaupun di atas PDB sedikit. Jadi ketika PDB 5%-an, kita masih bisa di atas itu,” ujarnya, Rabu (18/7/2018).

Kendati produk-produk kimia plastik kurang dikenal, sebetulnya bahan-bahan tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kemasan sampo, makanan, dan sebagainya.

Sampai dengan 2020, perseroan memiliki 6 proyek yang berhubungan dengan produk-produk petrokimia. Dengan demikian, perusahaan akan menambah kapasitas produksi sebesar 900.000 ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, dari 2017 sejumlah 3,3 juta ton per tahun.

Total belanja modal untuk pengembangan 6 proyek itu senilai US$1,19 miliar. Status pendanaannya ialah fully funded.

Pada tahun ini perusahan akan menyelesaikan dua proyek yang berhubungan dengan karet sintetis. Proyek pertama ialah penambahan kapasitas produksi butadiene sebesar 37.000 ton per tahun menjadi 137.000 ton per tahun.

“Awal Juni 2018 proyek itu sudah rampung sehingga kapasitas butadiene yang menjadi bahan baku karet sintetis naik menjadi 137.000 ton,” ujarnya.

Ekspansi penambahan kapasitas produksi butadiene itu sudah dimulai pada kuartal II/2017 dengan nilai investasi US$42 juta. Proyek kedua ialah pembangunan pabrik karet sintetis berkapasitas 120.000 ton per tahun yang menelan investasi senilai US$570 juta.

Pembangunannya dimulai pada kuartal IV/2018 dan ditargetkan rampung pada kuartal III/2018. David menyampaikan, perusahaan selalu berupaya menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai anggaran.

Tahun depan, BRPT akan merampungkan dua proyek, yakni pengembangan pabrik polipropilena (PP) Debottlenecking dan pabrik polietilina. Salah satu manfaat polipropilena adalah bahan pembentuk kemasan plastik seperti botol minum, sedangkan polietilina merupakan bahan baku kantong plastik.

Proyek PP berkapasitas 110.000 ton per tahun memakan biaya investasi US$39,5 juta. Pengembangan pabrik dimulai pada kuartal IV/2017 dan diperkirakan rampung pada kuartal III/2019.

Adapun, proyek polietilina dengan kapasitas 400.000 ton per tahun membutuhkan investasi US$380 juta. Pengembangannya dimulai pada kuartal I/208 dan ditargetkan selesai pada kuartal terakhir 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top