Dolar AS Menguat Jelang Testimoni Jerome Powell

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,08% atau 0,073 poin ke level 94,584 pada pukul 8.24 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 Juli 2018 08:52 WIB
Jerome Powell -

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat menguat tipis terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa, (17/7/2018), karena investor menunggu testimoni pertama Gubernur Federal Reserve Jerome Powell di depan kongres untuk petunjuk mengenai laju kenaikan suku bunga AS.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,08% atau 0,073 poin ke level 94,584 pada pukul 8.24 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,04% atau 0,041 poin ke level 94,552, setelah pada perdagangan Senin (16/7), indeks dolar ditutup melemah 0,18% di posisi 94,511.

Dilansir Reuters, Powell akan memberi kesaksian tentang ekonomi dan kebijakan moneter di depan Komite Perbankan Senat AS pada Selasa siang hari waktu setempat, diikuti oleh kesaksian pada hari Rabu di depan Komisi Jasa Keuangan DPR.

"Tampaknya pasar berfokus pada apakah perang perdagangan antara AS dan China dapat mempengaruhi prospek pengetatan The Fed," kata Masafumi Yamamoto, kepala analis valas di Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

"Powell, yang merupakan anggota partai Republik dan dekat dengan pemerintahan Trump, tidak akan banyak menekankan tentang sisi negatif dari perang perdagangan AS-China," lanjut Yamamoto.

Powell kemungkinan akan menegaskan kembali kebijakan pengetatan moneter the Fed secara bertahap dalam kesaksiannya, meskipun setiap saran tentang kehati-hatian pada perdagangan bisa membuat lonjakan minat investor terhadap aset berisiko.

Penguatan dolar tahun ini telah dibatasi oleh kekhawatiran atas perselisihan perdagangan yang semakin intensif antara AS dan China, meskipun kekhawatiran itu belum mengganggu kinerja greenback yang sejauh ini masih solid.

Tag : dolar as
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top