Rekomendasi Obligasi: Pasar Tunggu Hasil Lelang SUN, Harga Cenderung Melemah

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan Selasa (17/7/2018) harga surat utang negara atau SUN masih akan mengalami penurunan di tengah investor yang menantikan hasil dari lelang SUN.
Emanuel B. Caesario | 17 Juli 2018 10:54 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan Selasa (17/7/2018) harga surat utang negara atau SUN masih akan mengalami penurunan di tengah investor yang menantikan hasil dari lelang SUN.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan imbal hasil surat utang global akan membatasi kenaikan harga SUN pada perdagangan pada hari ini.

"Kami perkirakan jumlah penawaran yang akan masuk pada lelang penjualan SUN pada hari ini berkisar antara Rp20 triliun-Rp30 triliun di tengah data neraca perdagangan yang surplus," katanya dalam riset harian, Selasa (17/7/2018).

Sejumlah seri yang direkomendasikan Made untuk ditransaksikan hari ini yakni seri FR0070, FR0059, FR0047, FR0071, FR0073, FR0058, FR0074, FR0065, FR0068, FR0072, dan FR0075.

Hari ini pemerintah akan kembali menggelar lelang rutin SUN dengan 5 seri yang dilelang dan target Rp10 triliun.

- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03181018 (Diskonto; 18 Oktober 2018);
- Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12190411 (Diskonto; 11 April 2019);
- Obligasi Negara seri FR0063 (5,62500%; 15 Mei 2023);
- Obligasi Negara seri FR0064 (6,12500%; 15 Mei 2028); dan
- Obligasi Negara seri FR0075 (7,50000%; 15 Mei 2038).

Made memperkirakan, jumlah penawaran yang cukup besar akan didapati pada instrumen Surat Perbendaharaan Negara serta pada Obligasi Negara seri FR0064.

Adapun berdasarkan kondisi pergerakan harga SUN menjelang pelaksanaan lelang, MNC perkirakan tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan adalah sebagai berikut :

- SPN03181018 berkisar antara 5,53 - 5,62;
- SPN12190411 berkisar antara 5,75 - 5,84;
- FR0063 berkisar antara 7,40 - 7,50;
- FR0064 berkisar antara 7,46 - 7,56; dan
- FR0075 berkisar antara 7,93 - 8,03.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, Senin (16/7/2018), harga SUN cenderung bergerak mengalami koreksi sehingga mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil.

Made mengatakan, kenaikan imbal hasil SUN cukup terbatas di tengah investor yang menahan diri dalam melakukan transaksi di pasar sekunder jelang dirilisnya beberapa data.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 6 bps. Imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1 - 6 bps dengan harga turun hingga sebesar 20 bps.

"Secara teknikal, harga SUN pada keseluruhan tenor terlihat masih dalam tren kenaikan harga di tengah harga SUN yang berada di area konsolidasi," katanya.

Berikut ini perubahan imbal hasil dan harga seri-seri acuan SUN dan obligasi global kemarin:

FR63 : 7.439% +4.03 bps, harga -15.4 bps
FR64 : 7.491% +4.19 bps, harga -27.1 bps
FR65 : 7.804% +1.21 bps, harga -9.8 bps
FR75 : 7.970% +0.04 bps, harga -0.40 bps

INDO-23 : 3.949% -6.42 bps, harga +25.5 bps
INDO-28 : 4.196% -7.48 bps, harga +56.0 bps
INDO-43 : 4.845% -3.50 bps, harga +49.0 bps
INDO-48 : 4.660% -5.37 bps, harga +82.2 bps

UST 10Y : 2.860% +0.031 bps
UST 30Y : 2.965% +0.022 bps
Gilt 10Y : 1.279% +0.005 bps
Bund 10Y : 0.373% -0.007 bps

Volume SUN senilai Rp3,04 triliun dari 30 seri, nilai seri acuan sebesar Rp728,2 miliar. Volume PBS senilai Rp179 miliar dari 5 seri. Volume Corporate Bond senilai Rp924,6 miliar dari 40 seri.

Rupiah menguat 16 poin atau 0,11% ke level 14394 setelah bergerak di kisaran Rp14.387 - Rp14.416 per dolar AS. Penguatan juga terjadi pada Dollar Singapura (SGD), Yuan China (CNY), dan Ringgit Malaysia (MYR). Sementara itu, pelemahan terjadi pada Won Korea Selatan (KRW), Rupee India (INR), dan dolar Taiwan (TWD).

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top