Penerbitan MTN Diperketat, Ini Tanggapan BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan mekanisme dan tata cara penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN).
Tegar Arief | 12 Juli 2018 16:19 WIB
Direktur PT Indika Energy Tbk Aziz Armand (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi di sela-sela pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu instruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan mekanisme dan tata cara penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN).

Rencananya, otoritas akan mewajibkan penerbit MTN untuk mencatat di bursa efek. Dengan kata lain, pasar modal akan menjadi fasilitator dalam hal transparansi sebagaimana mekanisme yang ada pada penerbitan obligasi.

"Peraturan itu ada prosesnya. Kami sedang mempelajari juga. Kami ingin tahu bagaimana formulanya, yang penting kami akan mengakomodasi kebutuhan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia, Kamis (12/7/2018).

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, adanya perubahan mekanisme penerbita MTN ini akan meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.

"Ini akan lebih transparan, lebih akuntabel, dan pada akhirnya akan meningkatkan perlindungan untuk investor," kata Inarno.

OJK berencana untuk mengetatkan proses penerbitan surat utang jangka pendek tersebut. Awalnya, wacana mengenai penertiban penerbitan MTN hanya sebatas kewajiban untuk menggunakan rating dan pencatatan di bursa. Pasalnya, kedua hal tersebut selama ini tidak bersifat wajib.

Namun dalam perkembangannya, orotitas mencoba untuk memperinci aturan teknis tersebut. Misalnya dengan menggunakan jasa penjamin emisi alias underwriter, serta adanya izin efektif dari OJK.

Tag : mtn
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top