PMN 2019: Hutama Karya (HK) Ajukan Rp12,5 Triliun untuk 6 Ruas Trans-Sumatra

PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara tahun 2019 senilai Rp12,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pengerjaan proyek Trans-Sumatra.
M. Nurhadi Pratomo | 11 Juli 2018 18:57 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara tahun 2019 senilai Rp12,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pengerjaan proyek Trans-Sumatra.

Berdasarkan data yang disampaikan Hutama Karya, di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (11/7), terdapat enam ruas yang akan dikerjakan dengan menggunakan penyertaan modal negara (PMN). Adapun, rencana penggunaan dana tersebut yakni Pekanbaru—Dumai Rp3 triliun, Terbanggi Besar—Kayu Agung Rp4 triliun, Padang—Pekanbaru Rp2 triliun, Kualatanjung—Tebing Tinggi—Parapt Rp1,614 triliun, dan Medan—Aceh Rp886 miliar.

Sebelumnya, Hutama Karya telah mendapatkan PMN 2015 senilai Rp3,6 triliun. Dana tersebut telah digunakan untuk pengerjaan proyek Medan—Binjai Rp1,01 triliun, Palembang—Sp. Indralaya Rp799 miliar, Bakauheni—Terbanggi Besar Rp1,729 triliun, dan Pekanbaru—Dumai Rp58 miliar.

Selanjutnya, kontraktor pelat merah itu juga mendapatkan PMN 2016 yang digunakan untuk pengerjaan proyek Palembang—Sp. Indralaya Rp1,512 triliun dan Bakauheni—Terbanggi Besar Rp488 miliar. Total dana pemerintah dikucurkan senilai Rp2 triliun.

Direktur Keuangan Hutama Karya (HK) Anis Anjayani mengatakan usulan PMN 2019 akan digunakan untuk melanjutkan pekerjaan di enam ruas Trans-Sumatra secara bertahap. Menurutnya, besaran tersebut sesuai dengan pembebasan lahan.“Harus masuk karena kalau tidak masuk kami tidak bisa melanjutkan Trans-Sumatra,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/7).

Anis mempertimbankan penggunaan skema turn key project apabila usulan PMN ditolak. Selanjutnya, perseroan akan mengajukan PMN untuk periode selanjutnya.

Dia mengatakan kebutuhan ekuitas untuk membangun ruas Trans-Sumatra sepanjang 1.480 kilometer (km) senilai Rp170 triliun. Jumlah tersebut sebagian telah dipenuhi dari PMN yang diajukan secara bertahap.

Pihaknya manargetkan sejumlah ruas akan beroperasi pada akhir 2018. Adapun, jalan tol tersebut yakni Medan—Binjai 17 km, Palembang—Sp. Indralaya 22 km, dan Bakauheni—Terbanggi Besar. “Yang sudah bisa maksimal itu dulu akhir 2018,” imbuhnya.

 

Tag : hutama karya, pmn
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top