Valbury Sekuritas: IHSG Terapresiasi, tetapi Terbatas

Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG terapresiasi namun cenderung terbatas dalam perdagangan hari ini, Rabu (11/07).
Mia Chitra Dinisari | 11 Juli 2018 08:00 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -  Valbury Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG terapresiasi namun cenderung terbatas dalam perdagangan hari ini, Rabu (11/07).

Tim analis PT Valbury Sekuritas Indonesia menysbutkan prediksi pasar, sentimen konflik dagang AS-Cina belum memasuki babak baru, untuk sementara ini pelaku pasar bisa fokus pada sentimen lain, yakni menyambut laporan laba perusahaan.

Disamping itu, pasar global yang positif, terutama saham AS pada Selasa ditutup menguat, dari faktor ini dapat memberikan dukungan bagi IHSG ke zona hijau, namun apresiasi indeks diperkirakan terbatas pada hari ini, karena faktor nilai rupiah tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Perspektif tenikal indeks hari ini bergerak di Support Level : 5.845/5.808/5.786 dan Resistance Level : 5.904/5.926/5.963

Berikut sentimen penggedaj IHSG hari ini

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2,12% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini lebih rendah dari yang direncanakan sebelumnya, sebesar 2,19% dari PDB. Sisi lainnya, Presiden tidak akan melakukan APBN Perubahan (APBN-P) karena asumsi postur APBN yang cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara.

Sementara itu, defisit berjalan pada pelaksanaan semester I APBN Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp110 triliun, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp175 triliun. Angka defisite tersebut terendah dalam 4 tahun terakhir. Kendai demikian, Pemerintah pemerintah berhati-hati dan sangat prudent menjaga APBN 2018.

Kabar lainnya dari dalam negeri, Pemerintah akan menyiapkan berbagai instrumen yang akan diterbitkan guna mengurangi tekanan pasar dagang, seperti dari sisi impor akan membatasi barang impor yang dianggap tidak terlalu prioritas dan bisa dihasilkan dari dalam..

Sentimen pasar dari luar negeri :
Dari Inggris, Menteri Brexit David Davis mengundurkan diri dari jabatannya. pengunduran ini ditujukan untuk menghentikan Perdana Menteri Theresa May, yang menyerahkan pada kekuatan Uni Eropa, hal ini dapat meningkatkan tekanan terhadap pimpinan Inggris, yang tengah berusaha mengatasi perpecahan Brexit. Pengunduran diri ini dapat memperumit Brexit yang sudah bulat.

OPEC menanggapi kritikan Donald Trump yang baru-baru ini menuntut agar meningkatkan produksi. Dalam hal ini OPEC menegaskan bahwa akan bertanggung jawab atas segala masalah yang ada di industri perminyakan dunia. Dan OPEC responsif dengan mengambil keputusan menambah output pada pertemuan Juni lalu.

Simak rekomendasi saham Valbury Sekuritas Rabu (11/07).

UNTR: Trading Buy
• Close 33400, TP 33825
• Boleh buy di level 33175-33400
• Resistance di 33825 & support di 33175
• Waspadai jika tembus di 33175
• Batasi resiko di 33100

ICBP: Trading Buy
• Close 8900, TP 9225
• Boleh buy di level 8725-8900
• Resistance di 9225 & support di 8725
• Waspadai jika tembus di 8725
• Batasi resiko di 8650

BSDE : Trading Buy
• Close 1550, TP 1575
• Boleh buy di level 1495-1550
• Resistance di 1575 & support di 1495
• Waspadai jika tembus di 1495
• Batasi resiko di 1485

PWON: Trading Buy
• Close 580, TP 610
• Boleh buy di level 570-580
• Resistance di 610 & support di 570
• Waspadai jika tembus di 570
• Batasi resiko di 560

ERAA: Trading Buy
• Close 2760, TP 2840
• Boleh buy di level 2610-2760
• Resistance di 2840 & support di 2610
• Waspadai jika tembus di 2610
• Batasi resiko di 2580

MAIN: Trading Buy
• Close 725, TP 740
• Boleh buy di level 695-725
• Resistance di 740 & support di 695
• Waspadai jika tembus di 695
• Batasi resiko di 685

Ket. TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
SMGR, ACES, HMSP, ASRI, AKRA, SCMA

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top