Mayoritas Sektor Dorong IHSG Makin Kuat Pada Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (10/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 10 Juli 2018 12:59 WIB
Mahasiswa berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (10/7/2018).

IHSG menguat 1,07% atau 62,42 poin ke level 5.869,79 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan 0,55% atau 31,66 poin di level 5.839,04.

Pada perdagangan Senin (9/7), IHSG sukses rebound dengan berakhir menguat 1,97% di level 5.807,37. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.829,68 – 5.888,59.

Sebanyak 218 saham menguat, 121 saham melemah, dan 254 saham stagnan dari 593 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama sektor industri dasar (+3,25%) dan aneka industri (+2,18%). Hanya sektor perdagangan yang menetap di zona merah dengan pelemahan 0,17%.

Pergerakan IHSG diprediksi lanjut bullish pascakenaikan signifikan dalam perdagangan kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang menunjukkan adanya potensi bullish continuation, sehingga diharapkan agar pergerakan indeks saham bisa melanjutkan penguatannya.

Dia menjelaskan berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.744,030 hingga 5.680,686. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.843,083 hingga 5.878,792.

Berdasarkan indikator, MACD sudah membentuk pola golden cross di area negatif. Adapun Stochastic dan RSI telah bergerak ke atas meski berada di area netral.

Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan, beberapa sentimen positif di dalam negeri mendukung IHSG melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, hingga saat ini IHSG terlihat masih berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah tekanan yang terjadi pada pasar global dan regional

“Kondisi kuatnya fundamental perekonomian masih menjadi penopang dari kenaikan IHSG,” ujar William dalam risetnya.

Bersama IHSG, pergerakan mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,41%), FTSE Straits Times Singapura (+1,13%), dan indeks SE Thailand (+0,60%). Adapun indeks PSEi Filipina turun 0,26%.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top