Dow Jones & S&P Catat Kenaikan Terbesar Dalam Satu Bulan Terakhir

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 320,11 poin atau 1,31% ke level 24.776,59, sedangkan indeks S&P 500 menguat 24,35 poin atau 0,88% ke 2.784,17 dan Nasdaq Composite naik 67,81 poin atau 0,88% ke level 7.756,20.
Aprianto Cahyo Nugroho | 10 Juli 2018 06:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/7/2018), dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 320,11 poin atau 1,31% ke level 24.776,59, sedangkan indeks S&P 500 menguat 24,35 poin atau 0,88% ke 2.784,17 dan Nasdaq Composite naik 67,81 poin atau 0,88% ke level 7.756,20.

Saham perbankan melonjak menjelang rilis laporan keuangan pekan ini. Sementara itu, sektor industri, energy, dan konsumer saham juga meningkat tajam. Di sisi lain, sektor utilitas dan telekomunikasi memimpin persentase penurunan.

Indeks sektor perbankan S&P menguat 2,7%, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret. Adapun sektor finansial S&P 500 naik 2,3%. Saham JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan hari Jumat, dan menandai dimulainya musim laporan kinerja emiten.

"Kita berada pada malam musim laporan kinerja perusahaan untuk indeks S&P 500 secara keseluruhan,” ungkap Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama, seperti dikutip Reuters.

Investor juga mungkin mengalihkan fokus mereka dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara mengenakan tarif pada barang senilai US$34 miliar dari masing-masing negara pada hari Jumat pekan lalu.

Membantu meningkatkan indeks Dow Jones, saham Caterpillar Inc naik 4,1%. Sektor industri S&P melonjak 1,8%. Caterpillar dan industri lainnya termasuk yang paling tertekan oleh kekhawatiran perdagangan baru-baru ini.

Laporan penelitian Bank of America Merrill Lynch menunjukkan laba per saham untuk emiten pada indeks S&P 500 di tahun 2018 direvisi lebih tinggi di tengah hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, harga minyak yang lebih tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top