Bursa Saham Asia Positif, IHSG Ditutup Rebound

IHSG ditutup menguat 1,97% atau 112,46 poin ke level 5.807,37, setelah di dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,44% atau 24,95 poin ke level 5.719,86 pagi tadi.
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 Juli 2018 17:01 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/6/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan rebound-nya pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/7/2018).

IHSG ditutup menguat 1,97% atau 112,46 poin ke level 5.807,37, setelah di dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,44% atau 24,95 poin ke level 5.719,86 pagi tadi.

IHSG rebound setelah pada perdagangan Jumat (6/7), berbalik ke zona merah dan ditutup melemah 0,77% atau 44,42 poin ke level 5.694,91.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 5.716,39 – 5.815,45.

Sebanyak 278 saham menguat, 114 saham melemah, dan 198 saham stagnan dari 590 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau dengan dorongan utama dari sektor finansial yang menguat 3,32%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 2,58% dan industri dasar yang naik 2,47%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 ditutup rebound 2,48% atau 12,11 poin ke level 500,33, setelah dibuka menguat 0,7% atau 3,42 poin ke level 491,63.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bergerak mayoritas menguat sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,98%, indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,53%, indeks SE Thailand naik 0,61%, sedangkan indeks PSEi Filipina stagnan.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 1,2%, sedangkan indeks Hang Seng yang menguat 1,32% dan indeks Kospi Korea Selatan yang naik 0,57%.

Hampir seluruh bursa saham di Asia menguat hari ini, setelah data tenaga kerja AS meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Diketahui, perekonomian AS menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dari yang diharapkan pada bulan Juni, tetapi kenaikan upah tetap menunjukkan tekanan pada inflasi yang moderat, yang mana menuntun Federal Reserve ke jalur kenaikan suku bunga secara bertahap tahun ini.

Berdasarkan data Departemen Tenaga kerja AS, nonfarm payrolls naik 213.000 pekerjaan bulan lalu karena para produsen meningkatkan perekrutan. Angka tenaga kerja naik 37.000 lebih pada bulan April dan Mei daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Data menunjukkan rata-rata penghasilan per jam di AS naik lima sen, atau 0,2% pada Juni setelah naik 0,3% pada Mei. Hal ini menunjukkan tekanan inflasi moderat yang merusak ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak total empat kali pada 2018.

"Kombinasi meningkatnya tenaga kerja dan peningkatan partisipasi angkatan kerja menunjukkan kondisi pasar kerja yang sehat tetapi tidak mengetat pada bulan Juni, sesuatu yang akan memungkinkan Fed untuk terus menaikkan suku pada laju bertahap," kata Kevin Cummins, ekonom senior AS di RBS, seperti dikutip Reuters.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+4,66

BBRI

+5,99

TLKM

+3,11

BMRI

+1,98

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

UNTR

-2,90

JKON

-11,32

LPPF

-2,59

BTEK

-10,00

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top