BEI: Pertumbuhan IPO Tahun Ini Bisa Capai 30%

Minat perusahaan yang melakukan penawaran umum alias initial public offering (IPO) diyakini tidak terpengaruh terhadap pasar. Kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) tertahan di bawah level 6.000, minat untuk melantai di pasar modal diklaim cukup besar.
Tegar Arief | 09 Juli 2018 15:11 WIB
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Chiefy Adi Kusmargono (dari kanan) bersama Direktur Sugeng Mulyadi, Direktur Arif Isnawan, dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia IGD N. Yetna Setia mengamati nilai perdagangan pada monitor pencatatan perdana saham perseroan, di Jakarta, Senin (9/7/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Minat perusahaan yang melakukan penawaran umum alias initial public offering (IPO) diyakini tidak terpengaruh terhadap pasar. Kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) tertahan di bawah level 6.000, minat untuk melantai di pasar modal diklaim cukup besar.

Bahkan, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) IGD Nyoman Yetna Setia meyakini pertumbuhan jumlah perusahaan yang akan melantai pada tahun ini di kiesana 20%-30%.

"Dalam 10 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan perusahaan yang IPO di kisaran itu, dan ini rata-rata yang terjadi di pasar modal manapun," katanya di Gedung BEI, Senin (9/7/2018).

Dari data BEI, hingga saat ini, tercatat 26 perusahaan telah melantai di pasar modal. Adapun, dalam pipeline bursa masih mengantongi sebanyal 20 perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum. Sementara itu, target minimal IPO tahun ini adalah 35 perusahaan.

Tahun lalu, total perusahaan yang tercatat di bursa efek sebanyak 36 perusahaan. Jika jumlah yang ada di pipeline merealisasikan IPO, maka pertumbuhan tahun ini sekitar 27,77%.

"Sudah ada 20 perusahaan yang masuk di pipeline untuk IPO per hari ini. Mudah-mudahan mereka komit. Memang ada yang memantau perkembangan pasar, tapi buktinya minat masih tinggi. Hari ini saja ada 3 perusahaan yang listing," ujarnya.

Bursa juga terus melakukan berbagai upaya untuk memancing minat IPO. Salah satunya dengan menekankan listing service, di mana perusahaan tercatat mendapatkan berbagai keuntungan.

Kata Nyoman, pihaknya juga membantu perusahaan yang akan listing untuk promosi ke investor. "Banyak hak yang diterima oleh perusahaan, salah satunya kami promosi ke investir duluan."

Tag : bursa efek indonesia, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top