REKOMENDASI SAHAM: Saham Astra International (ASII) Melaju ke Rp9.100?

Kinerja saham PT Astra International Tbk. yang turun hingga 23,8% sepanjang tahun berjalan, membuat pemegang saham harus lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Lalu, bagaimanakah pergerakannya hingga akhir tahun.
Novita Sari Simamora | 09 Juli 2018 23:24 WIB
Karyawati berjalan di dekat logo PT Astra International, di Jakarta. - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja saham PT Astra International Tbk. yang turun hingga 23,8% sepanjang tahun berjalan, membuat pemegang saham harus lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Lalu, bagaimanakah pergerakannya hingga akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan Senin (9/7), emiten dengan kode saham ASII ini ditutup pada level Rp6.325 per saham. Kendati begtiu, kalangan analis masih optimistis bahwa saham ASII akan menembus Rp9.100 per saham pada akhir tahun.

Analis Kresna Sekuritas Franky Rivan mengungkapkan, selama 5 bulan pertama tahun ini, Astra International membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan roda empat dan roda dua masing-masing sebesar 5,8% dan 13,2% secara tahunan.

"Kami akan memperhatikan penjualan Juni 2018. kami juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp9.100 per saham," tulisnya dalam riset.

Franky pun memproyeksikan, pertumbuhan penjualan ASII pada 2018 bisa mencapai 8,6% atau mencapai Rp223,81 triliun. Adapun, laba bersih tahun ini mencapai Rp25,15 triliun atau tumbuh 8,6% secara year-on-year (yoy).

Sementara itu, earning per share (EPS) ASII pada 2018 diprediksi naik 10,6% yoy menjadi Rp516 per saham.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman merekomendasikan tahan terhadap saham ASII. Rekomendasi tahan diberikan kepada ASII karena saham perseroan telah turun melampaui penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang tahun berjalan, IHSG merosot 8,63%.

Selain itu, kepemilikan asing pada saham ASII juga menurun sekitar 4% secara year-to-date. Arief juga menurunkan target harga saham ASII menjadi Rp7.550 per saham, dari Rp8.050 per saham.

Arief mengungkapkan, sentimen negatif terhadap saham ASII muncul karena adanya penurunan pangsa pasar mobil. Kendati begitu, katanya, kinerja Grup Astra masih akan didukung entitas anak yang bergerak di bidang alat berat.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, laba bersih ASII pada tahun ini diproyeksikan mencapai Rp20,91 triliun, tumbuh 10,75% secara tahunan. Adapun, earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) 2018 diproyeksikan mencapai Rp31,79 triliun.

Dari 32 analis yang menganalisis saham ASII, sebanyak 23 analis merekomendasikan beli, 8 merekomendasikan tahan dan 1 analis merekomendasikan jual. Konsensus pun menargetkan saham ASII bisa mencapai Rp8.635 hingga akhir tahun ini.

Tag : astra
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top