Minyak Mentah Merosot, Harga Batu Bara Akhiri Reli Penguatan

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,21% atau 0,20 poin di posisi US$95,60/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Juli 2018 08:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara mengakhiri reli penguatan empat hari berturut-turut setelah ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (5/7/2018).

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,21% atau 0,20 poin di posisi US$95,60/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 mengakhiri reli penguatannya yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut setelah pada perdagangan Rabu (4/7), harga batu bara kontrak Januari 2019 ditutup menguat 0,31% atau 0,30 poin di posisi US$95,80/metrik ton.

Harga batu bara menguat di saat minyak mentah Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga pekan menyusul kenaikan mengejutkan stok Amerika serta langkah Arab Saudi untuk mendinginkan reli minyak.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 turun US$1,20 dan berakhir di US$72,94 per barel di New York Mercantile Exchange, level penutupan terendah dalam sepekan. Harga minyak WTI tidak ditutup pada Rabu (4/7) karena libur Hari Kemerdekaan AS.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 turun 85 sen dan berakhir di US$77,39 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$6,76 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir dari Bloomberg, harga minyak turun 1,6% di New York menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 1,25 juta barel pekan lalu seiring dengan naiknya impor dan turunnya ekspor.

Para analis dalam survei Bloomberg telah memperkirakan penurunan median sebesar 5 juta barel, karena persediaan biasanya menurun di tengah permintaan yang kuat dari para penyuling.

Pada saat yang sama, Saudi Arabian Oil Co. menurunkan harga Agustus untuk sebagian besar nilai minyak mentah di Asia dan Eropa serta memangkas semua di AS, sehari setelah Trump meminta OPEC untuk mengurangi harga dalam cuitannya di Twitter.

Arab Saudi juga dikabarkan telah meningkatkan produksi harian sekitar setengah juta barel pada bulan Juni.

“Pasar mengharapkan ekspor lebih tinggi dan impor lebih rendah, tetapi kita mendapat sebaliknya,” kata Rob Thummel, managing director di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

5 Juli

95,60

(-0,21%)

4 Juli

95,80

+0,31%

3 Juli

95,50

+1,33%

2 Juli

94,25

+0,43%

29 Juni

93,85

(+1,46%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top