Kiwoom Sekuritas: Pasar Dibayangi Deadline Pemberlakuan Tarif Impor

Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai para pelaku pasar akan memperhatikan perkembangan pasar keuangan pada Jumat (6/7/2018) yang masih diselimuti deadline atas diberlakukannya tarif impor.
Emanuel B. Caesario | 06 Juli 2018 10:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai para pelaku pasar akan memperhatikan perkembangan pasar keuangan pada Jumat (6/7/2018) yang masih diselimuti deadline atas diberlakukannya tarif impor.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus memperkirakan konflik tarif akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global. Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian para pelaku pasar karena dapat menekan pasar saham dan juga menjadi sentimen terhadap nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, pasar mengharapkan peran bank sentral untuk mengutamakan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kami memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini cenderung melemah dengan support dan resistance di level 5.704 – 5.757," katanya dalam riset harian, Jumat (6/7).

Pada Kamis (5/7), IHSG ditutup menguat 0,1% ke level 5.739. Kenaikan tertinggi tampak pada sektor tambang sebesar 1,69% dan sektor infrastruktur naik 1.32%. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di sektor barang konsumer yang terkoreksi 1,14% dan sektor perkebunan 0,94%.

Adapun investor asing masih melakukan penjualan bersih sebesar Rp137 miliar.

Untuk indeks regional, Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,78% ke level 21.546,99. Kemudian, Hang Seng turun 0,21% ke level 28.182,09, Shanghai melemah 0,91% ke level 2.733,88, sedangkan Straits Times menguat 0,37% ke level 3.256,84.

Tag : IHSG
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top