Harga Batu Bara Lanjutkan Reli di Saat Minyak Mentah Melemah

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,43% atau 0,40 poin di posisi US$94,25/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Juli 2018 07:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (2/7/2018).

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,43% atau 0,40 poin di posisi US$94,25/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 melanjutkan penguatannya di hari kedua setelah pada perdagangan Jumat (29/6), harga batu bara kontrak Januari 2019 berakhir menguat 1,46% atau 1,35 poin di US$93,85.

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat melemah setelah Presiden Donald Trump memberi tekanan bagi Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak. Hal ini mencemaskan para pedagang tentang bagaimana pengaruhnya terhadap kapasitas cadangan di masa depan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 turun 21 sen dan berakhir di level US$73,94 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 melemah US$1,93 dan berakhir di US$77,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$5,68 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Mampu mencatat reli pekan lalu, bursa minyak melemah masing-masing di London dan New York setelah Trump selama akhir pekan mencuit bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah setuju untuk meningkatkan produksi menuju kapasitas maksimum kerajaan tersebut.

Hal ini dilakukan dalam sebagai dorongan yang dirancang untuk mengatasi penurunan pasokan mulai dari Kanada hingga Libya.

Menyusul cuitan Trump, pihak Gedung Putih pada Sabtu (30/6/2018) menyatakan Raja Salman bin Abdulaziz menegaskan bahwa Arab Saudi memiliki kapasitas produksi cadangan sebesar 2 juta barel per hari yang akan digunakan secara hati-hati jika dan ketika diperlukan untuk memastikan keseimbangan dan stabilitas pasar.

“Komoditas telah menjadi sangat terpolitisasi saat ini, melampaui dinamika penawaran-permintaan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC. “Tekanan Trump terhadap Arab Saudi membuat pasar gelisah tidak akan memiliki kapasitas cadangan, dan/atau Saudi berpotensi merugikan ladang minyak dan tingkat produksinya.”

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

2 Juli

94,25

+0,43%

29 Juni

93,85

(+1,46%)

28 Juni

92,50

(-0,32%)

27 Juni

92,80

(+1,53%)

26 Juni

91,40

(+0,83%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top