DOLAR AS: Ketidakpastian Politik Tekan Euro, Indeks Menguat

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,08% atau 0,078 poin ke level 94,949 pada pukul 8.24 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Juli 2018 09:03 WIB
Dolar AS. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Selasa, (3/7/2018) di tengah ketidakpastian politik di Jerman yang membebani mata uang euro.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau menguat 0,08% atau 0,078 poin ke level 94,949 pada pukul 8.24 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka melemah 0,03% atau 0,027 poin di posisi 94,844, setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (2/7), berakhir menguat 0,42% atau 0,401 ke level 94,871.

Sementara itu, dolar AS tercatat menguat terhadap euro sebesar 0,1% ata 0,0012 poin ke level US$1,1627 per euro pada pukul 8.37 WIB.

Dilansir Reuters, Jerman bergejolak setelah menteri dalam negeri mengajukan pengunduran diri di tengah perselisihan dengan mitra koalisi kunci atas kebijakan migrasi.

Adapun ketegangan perdagangan juga mendukung dolar terhadap mata uang komoditas, seperti dolar Australia, dan mata uang negara berkembang yang ekonominya paling rentan terhadap penurunan dalam perdagangan.

"Ada unsur kuat dari penghindaran risiko yang dihasilkan oleh kekhawatiran perdagangan di balik kenaikan terbaru dolar. Ini berarti dolar telah berhasil menguat hanya karena pasar negara berkembang dan mata uang komoditas telah merosot, karena penghindaran risiko tersebut" kata Masafumi Yamamoto, kepala analis valas di Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

"Mata uang suatu negara dengan defisit transaksi berjalan yang besar biasanya bukan tujuan pilihan selama penghindaran risiko, tetapi dolar memiliki likuiditas tinggi," lanjutnya.

Mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia jatuh ke level terendah 1dalam 18 bulan terakhir pada hari Senin, sedangkan yuan China mundur ke posisi terendah 9 bulan di tengah kegelisahan menjelang berlakunya ketika tarif impor AS atas barang China pada 6 Juli 2018.

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top