IHSG Sesi I Bertahan Menguat, Analis: Data Inflasi Jadi Sentimen Positif

IHSG menguat 0,12% atau 7,17 poin ke level 5.806,40 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,5% atau 29,26 poin di level 5.828,49.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Juli 2018 13:02 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (2/7/2018),

IHSG menguat 0,12% atau 7,17 poin ke level 5.806,40 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,5% atau 29,26 poin di level 5.828,49.

Adapun pada perdagangan Jumat (29/6/2018), IHSG berakhir rebound dengan penguatan 2,33% atau 131,92 poin di level 5.799,24, mengakhiri koreksi tiga hari berturut-turut.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.792,74 – 5.832,22. Sebanyak 164 saham menguat, 183 saham melemah, dan 189 saham stagnan dari 216 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tiga dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama sektor konsumer (+1,74%). Sementara itu, enam sektor melemah, didorong sektor aneka industry yang turun 2,11%.

M. Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas mengatakan bahwa pada sesi 1, IHSG berada di zona positif menyusul rilis data inflasi Juni 2018 yang menunjukkan angka sesuai dengan ekspektasi. Angka inflasi Juni 2018  dinilai masih cenderung stabil.

“Meskipun demikian, para pelaku pasar perlu mewaspadai aksi profit taking karena sentimen eksternal yang masih begitu kuat, misalnya terkait dengan terkoreksinya harga komoditas minyak menyusul kesepakatan OPEC dan non-OPEC untuk meningkatkan produksi minyak guna memenuhi global demand.,” ungkap Nafan kepada Bisnis.com, Senin (2/7/2018).

Sementara itu, lanjutnya, sentimen dari The Fed serta "trade war" perlu dicermati dan diantisipasi oleh para pelaku pasar.

"Selama fundamental makroekonomi domestik masih cenderung stabil, maka diharapkan akan memberikan katalis positif bagi IHSG,"kata Nafan.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistis (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2018 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,59% dengan pemicu utama tarif angkutan udara. Adapun inflasi tahun kalender mencapai 1,9% dan inflasi tahunan sebesar 3,12%.

IHSG menguat di saat, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara melemah siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI turun 0,47%, indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,74%, indeks SE Thailand turun 0,03%, sedangkan indeks PSEi Filipin amenguat 0,41%.

 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top