BI Kerek Suku Bunga 50 Bps, IHSG Diprediksi Terkoreksi Awal Pekan Depan

Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi melemah pada perdagangan, Senin (02/07/2018), akibat respons dari kenaikan suku bunga 7 days repo rate (7DRR) 50 basis points ke level 5,25%.
M. Nurhadi Pratomo | 30 Juni 2018 17:12 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi melemah pada perdagangan, Senin (02/07/2018), akibat respons dari kenaikan suku bunga 7 days repo rate (7DRR) 50 basis points ke level 5,25%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Juan Harahap menjelaskan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 5.799,24 pada sesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sektor saham industri dasar dengan 3,17% dan sektor saham pertambangan 2,85%.

Akan tetapi, Juan memproyeksikan sebaliknya untuk pergerakan indeks awal pekan depan. IHSG diprediksi melemah pada sesi perdagangan perdana periode Juli 2018.

Dia mengatakan IHSG bakal melemah akibat efek dari kenaikan 7DDR yang telah diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan tersebut menurutnya akan menekan sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga seperti perbankan.

“IHSG diprediksi melemah dengan level support 5.763 dan resistance 5.870,” ujarnya dalam riset harian yang dikutip, Sabtu (30/06/2018).

Adapun, Artha Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pada sesi perdagangan, Senin (02/07/2018) yakni UNVR, PWON, ICBP, ADRO, dan INDY.

Tag : IHSG
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top