Kurs Jisdor Tembus 14.404, Rupiah Diprediksi Menguat Jelang Rilis Putusan RDG BI

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.404 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (29/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 29 Juni 2018 10:33 WIB
Petugas memeriksa uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.404 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (29/6/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.404 per dolar AS, melemah 133 poin atau 0,93% dari posisi Rp14.271 pada posisi Kamis (28/6/2018).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau menguat 26 poin atau 0,18% ke level Rp14.368 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB.

Mulai rebound saat dibuka dengan penguatan 24 poin atau 0,17% di level Rp14.370, performa mata uang Garuda terpantau sempat berbalik melemah hingga menembus Rp14.400. Namun, rupiah berhasil kembali meraih momentumnya dan menguat.

Adapun pada perdagangan Kamis (28/6/2018), rupiah ditutup melemah 215 poin atau 1,52% di level Rp14.394 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif pada kisaran Rp14.367 – Rp14.415 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,27% atau 0,353 poin ke level 94,959 pada pukul 09.56 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,016 poin atau 0,02% di level 95,296, setelah pada perdagangan Kamis (28/6) berakhir naik 0,02% atau 0,022 poin di posisi 95,312.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan dolar AS akan bergerak stabil di sekitar level 95,2-95,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama Euro pada perdagangan hari ini.

Hal tersebut menyusul rilis data PDB AS pada bulan Januari hingga Maret yang tercatat hanya sebesar 2,0%. Capaian ini sedikit lebih rendah dibandingkan laporan bulan sebelumnya sebesar 2,2%. Yield US treasury 10 tahun AS naik tipis sebesar 1 bps ke level 2.84% seiring lemahnya data PDB AS tersebut.

Di sisi lain, inflasi Jerman bulan Juni sebesar 2.1% yang lebih tinggi dibandingkan target inflasi Jerman sebesar 2% menjadi katalis positif perbaikan pertumbuhan ekonomi Eropa.

Rupiah sendiri diperkirakan akan sedikit mengalami penguatan jelang pengumuman hasil RDG BI hari ini. RDG BI diperkirakan akan berakhir dengan naiknya tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5%.

Pada perdagangan Kamis (28/6), rupiah terdepresiasi cukup dalam terhadap dolar AS akibat pelemahan mata uang renminbi China yang mendorong penurunan sejumlah mata uang Asia lainnya.

“Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.300-Rp 14.350 per dolar AS,” tutur Ahmad, seperti dikutip dari risetnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

29 Juni

14.404

28 Juni      

14.271

26 Juni

14.163

25 Juni

14.105

22 Juni

14.102

               

  

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top