IHSG Kembali Koreksi, Ini Komentar Sejumlah Analis

Koreksi yang kembali terjadi pada IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (27/6/2018) lebih banyak didorong oleh faktor global perang dagang serta sikap menunggu kalangan investor terhadap keputusan rapat dewan gubernur Bank Indonesia esok.
Emanuel B. Caesario | 27 Juni 2018 20:40 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Koreksi yang kembali terjadi pada IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (27/6/2018) lebih banyak didorong oleh faktor global perang dagang serta sikap menunggu kalangan investor terhadap keputusan rapat dewan gubernur Bank Indonesia esok.

Sejumlah analis menilai gelaran pemilihan kepada daerah atau pilkada serentak hari ini tidak memiliki dampak langsung terhadap kinerja IHSG. Hari ini IHSG turun 0,65% ke level 5787.552 di akhir perdagangan, padahal sebelumnya telah menguat hingga ke level 5859,604 di awal sesi kedua.

Kevin Juido, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas, mengatakan bahwa volume perdagangan baru meningkat signifkan pada sore hari, sedangkan pada pagi hingga siang relatif terbatas. Investor asing masih melanjutkan aksi jual dan tercatat net sell Rp540 miliar dan mendorong pelemahan rupiah.

“Pelaku pasar juga masih condong wait and see untuk RDG besok, apakah suku bunga akan naik lagi atau tidak. Minggu ini memang sedikit tidak memuaskan, tetapi tidak ada efek pilkada,” katanya, Rabu (27/6/2018).

Kevin mengatakan, banyaknya sentimen negatif, terutama perang dagang dan penguatan dollar, yang menjadi faktor di balik terkoreksinya IHSG, sementara dari dalam negeri belum ada sentimen positif. Data neraca perdagangan Mei pada Senin lalu justru menunjukkan kembali defisit sebesar US$1,52 miliar.

Jason Nasrial, Senior Vice President Royal Investium Sekuritas, mengatakan bahwa pasar merespons negatif sikap Presiden Trump yang meledak-ledak emosinya dan rencananya menambah daftar tarif untuk barang import China.

Sementara itu, investor asing cenderung belum nyaman kembali masuk ke pasar negara berkembang. Dirinya sependapat bahwa tidak ada efek yang berarti dari dinamika pilkada pada kinerja IHSG hari ini.

“Tapi feeling saya memang ada kemungkinan IHSG balik lagi ke 5.700-5.600, tetapi setelah itu ada chance IHSG bisa breakup 6150. Dolar sudah kemahalan, AS juga memiliki masalah current account deficit tinggi. Agaknya tidak make sense dollar lagi perkasa jauh dibandingkan emas,” katanya.

 

Tag : IHSG
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top