Oso Sekuritas: Indeks Menguat di Pilkada Serentak 2018

Oso Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak menguat dengan pergerakan di kisaran 5.801 - 5.891.
Mia Chitra Dinisari | 27 Juni 2018 08:32 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA- Oso Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak menguat dengan pergerakan di kisaran 5.801 - 5.891.

Tim analis Oso Sekuritasmenyebutkan IHSG ditutup melemah sebesar 0.57% ke level 5,825. IHSG bergerak di inside bar candle dengan indikator Stochastic golden cross, MACD masih bergerak negatif dengan trend volume meningkat.

Sementara itu, Pada perdagangan kemarin (26/06), IHSG ditutup melemah 0,57% ke level 5,825.65. Empat dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, dimana sektor Keuangan dan Pertambangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,05% dan 0,31%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBCA, BBRI, GGRM, BBNI, ADRO

Pelemahan pada IHSG cenderung mengikuti mayoritas bursa global yang hampir seluruhnya ditutup dalam zona merah, hal tersebut dikarenakan masih adanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perang dagang global yg masih terus memanas. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) Sebesar Rp453,06 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,14% ke level 14,179.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di teritori positif pada perdagangan semalam (26/06). Indeks Dow Jones berakhir menguat sebesar 0.12% ke level 24.283, S&P terangkat sebesar 0.22% ke level 2723 dan Nasdaq naik sebesar 0.39% ke level 7561. Penguatan pada indeks terjadi di tengah pergerakan rata-rata saham blue-chip yang ditutup sedikit di bawah rata-rata perdagangan selama 200 hari, dimana investor sangat memperhatikan level tersebut yang digunakan sebagai indeks momentum jangka  panjang.

Adapun penggerak pada indeks Nasdaq kemarin yaitu adanya kenaikan signifikan pada Apple Inc sebesar 1,2%, Facebook Inc sebesar 1,4%, serta General Electric Co yang berhasil menguat signifikan sebesar 7,8%, dimana hal ini merupakan persentase kenaikan satu hari terbesarnya sejak April 2015 setelah perusahaan mengatakan berencana untuk memberhentikan bisnis perawatan kesehatan serta membongkar kepemilikannya di perusahaan jasa minyak Baker Hughes.

Economic & Industry News
Hingga Mei Realisasi Belanja Modal Pemerintah Turun 0,84% Menjadi Rp 30,68 Triliun
Harga Komoditas Minyak Mentah Menguat Sejalan Dengan Turunnya Pasokan Minyak Di AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian : Rupiah Yang Masih Lemah Terhadap Dollar AS Masih Wajar Lantaran Arah Kebijakan Moneter Bank Sentral AS Yang Mengalami Normalisasi

Corporates News
PWON Tambah Anggaran Capex Tahun 2018 Menjadi Sebesar Rp 2,96 Triliun Dari Sebelumnya Rp 2,3 Triliun
VIVA Memastikan Tidak Akan Menjual Sahamnya Di MDIA

RDTX Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 55 Per Saham Pada 26 Juli 2018
MDIA Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 109 Miliar
JTPE Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 17 Per Saham
MSKY Anggarkan Belanja Modal Tahun 2018 Sebesar Rp 400 Miliar
Harga Saham Naik Terus, BTON Masuk Dalam Radar Unusual Market Activity (UMA)
PWON Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 289 Miliar Atau Setara Rp 6 Per Saham
SRTG Siapkan Dana Rp 110 Miliar Untuk Melakukan Buyback Saham
PICO Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 2 Per Saham Pada 26 Juli 2018

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top