KURS JISDOR 26 JUNI: Sentuh Level 14.163, Rupiah Melemah di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.163 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (26/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 26 Juni 2018 10:39 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.163 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (26/6/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.163 per dolar AS, melemah 58 poin atau 0,41% dari posisi Rp14.105 pada posisi Senin (25/6/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau melemah 16 poin atau 0,11% ke level Rp14.175 per dolar AS pada pukul 09.46 WIB, setelah sempat rebound saat dibuka dengan penguatan 19 poin atau 0,13% di level Rp14.140.

Adapun pada perdagangan Senin (25/6/2018), rupiah ditutup melemah 73 poin atau 0,52% di level Rp14.159 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.140 – Rp14.180 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau berbalik ke zona merah dan melemah 0,10% atau 0,095 poin ke level 94,194 pada pukul 09.57 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,01% atau 0,005 poin di posisi 94,294, setelah pada perdagangan Senin (25/6) ditutup melemah 0,24% atau 0,231 poin di level 94,289.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan dolar AS akan bergerak melemah di sekitar level 94,2-94,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama yen Jepang, seiring masih tingginya ketidakpastian terhadap risiko perang dagang antara AS dan China setelah pernyataan Trump yang menginginkan restriksi terhadap investasi China di AS.

“Yen berakhir menjadi pilihan investor sebagai safe haven di tengah ketidakpastian atas risiko perang dagang tersebut,” jelas Ahmad, seperti dikutip dari risetnta.

Yield US treasury 10 tahun AS yang tetap di level 2,88% semalam menunjukan bahwa obligasi AS tersebut tetap menjadi pilihan investasi di tengah ketidakpastian perang dagang AS dan China serta pelemahan mata uang di sejumlah negara-negara berkembang.

Rupiah sendiri diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan setelah data neraca perdagangan Mei di luar dugaan masih mengalami defisit yang cukup tinggi sebesar US$1,54 miliar kemarin.

“Kemungkinan dinaikannya kembali tingkat suku bunga BI 7-DRR pada RDG BI bulan Juni diperkirakan dapat sedikit membantu pelemahan Rupiah. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.100-Rp 14.170 per dolar AS," lanjutnya.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

26 Juni

14.163

25 Juni

14.105

22 Juni

14.102

21 Juni

14.090

8 Juni

13.902

               

  

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top