Produsen Minuman Australia Janji Kurangi Penggunaan Gula

Produsen minuman bersoda Australia, seperti Coca-Cola dan Pepsi, berjanji untuk memangkas penggunaan gula untuk industrinya hingga untuk kelima kalinya dalam tujuh tahun untuk mengurangi dampak obesitas di negaranya yang sepertiga penduduknya mengalami kegemukan.
Mutiara Nabila | 25 Juni 2018 21:11 WIB
Pepsi - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen minuman bersoda Australia, seperti Coca-Cola dan Pepsi, berjanji untuk memangkas penggunaan gula untuk industrinya hingga untuk kelima kalinya dalam tujuh tahun untuk mengurangi dampak obesitas di negaranya yang sepertiga penduduknya mengalami kegemukan.

Berdasarkan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pengembangan, Australia tercatat sebagai negara dengan tingkat obesitas terbesar kelima di dunia, kondisi kesehatan yang dapat memperparah masalah penyakit diabetes hingga penyakit jantung.

Produsen minuman di Australia telah melihat sejumlah konsumen mulai menghindari minuman manis karena khawatir akan kondisi kesehatan sehingga berjanji akan mengurangi pemakaian gula dalam produknya seiring dengan pajak gula yang dikenakan pemerintahnya sama seperti yang berlaku di Inggris pada April lalu.

“Kami pikir ini merupakan langkah ke jalan yang benar,” ujar Geoff Parker, Chief Executive Officer Dewan Minuman Australia, badan yang mewakili pembuatan minuman beralkohol, industri yang mendulang penghasilan tahunan sekitar AU$5 miliar atau setara dengan US$3,7 miliar, dikutip dari Reuters, Senin (25/6/2018).

“Kami mendorong sektor lain dari pemasok bahan pangan, dan tentu saja kategori lain setuju untuk mengikuti langkah kami untuk mengurangi penggunaan gula di seluruh portofolio untuk membantu mengatasi masalah paling kompleks, yakni obesitas,” lanjutnya.

Sejumlah perusahaan produsen minuman itu menargetkan untuk mengurangi 10% total gula per 100 militer dalam produk minumannya pada 2020 dan 20% pada 2025, yang dapat dicapai dengan kombinasi modifikasi resep dan meningkatkan penjualan minuman rendah gula.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pada tahun lalu bahwa mengurangi minuman manis merupakan cara terbaik untuk mengurangi berat badan dan menghindari penyakit kronis seperti diabetes, meskipun lemak dan garam dalam makanan cepat saji juga bisa menjadi penyebab.

Di Australia, yang menurut WHO dua pertiga penduduk usia dewasanya mengalami kelebihan berat badan dan sepertiganya mengalami obesitas, Asosiasi Kesehatan Australia telah mendesak untuk segera memberlakukan pajak pada komoditas gula namun ditolak oleh dua partai politik utama di negara tersebut.

“Kami tidak ingin harga bahan makanan melonjak,” ujar Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt.

Sumber : Reuters

Tag : gula
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top