Sentimen Positif Terhalang Perang Tarif, IHSG Tertekan

M. Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas mengemukakan sentimen eksternal saat ini begitu kuat, seperti rencana kenaikan dua kali lagi suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve) sampai akhir tahun ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 Juni 2018 12:12 WIB
Mahasiswa berjalan di dekat monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Saham HMSP dan INKP menjadi penekan utama pergerakan negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018).

IHSG melemah 0,45% atau 25,95 poin ke level 5.796,38 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,04% atau 2,14 poin di level 5.820,19.

Adapun pada perdagangan kemarin, Kamis (21/6), IHSG ditutup melemah 1,05% atau 61,71 poin ke level 5.822,33.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.787,68 – 5.828,26. Sebanyak 106 saham menguat, 249 saham melemah, dan 232 saham stagnan dari 587 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) yang melemah 3,62% menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada akhir sesi I, diikuti saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang melemah 0,87%.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona merah dengan tekanan terbesar dari sektor infrastruktur yang melemah 1,20%, disusul sektor industri dasar yang turun 1,1 %.

Saham TLKM (-1,39%), INDY (-4,97%), JSMR (-2,71%), dan PGAS (-0,96%) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor infrastruktur pada indeks sektoral IHSG siang ini.

Adapun hanya sektor finansial yang menguat sebesar 0,34% dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

M. Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas mengemukakan  sentimen eksternal saat ini begitu kuat, seperti rencana kenaikan dua kali lagi suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve) sampai akhir tahun ini.

Ditambah lagi sentimen perang dagang antara AS dengan Tiongkok kemudian disertai Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Jepang yang tensinya terus mengalami peningkatan.

“Maka IHSG [pun] mengalami pelemahan,” kata Nafan kepada Bisnis.com, Jumat (22/6/2018).

Padahal ujarnya, di sisi lain, pelaku pasar sangat mengapresiasi langkah BI untuk menerapkan kebijakan preventif untuk mengantisipasi langkah The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak dua kali lagi pada tahun ini.

Hal tersebut dilakukan BI, untuk menjaga tingkat stabilitas moneter. 

 

Apa saja 10 emiten penekan utama IHSG siang ini? Berikut rinciannya:

Berdasarkan kapitalisasi pasar:

Kode

Perubahan

INKP

-3,62%

HMSP

-0,87%

BMRI

-1,12%

ASII

-1,12%

TLKM

-0,83%

Berdasarkan presentase: 

Kode

Perubahan

BPFI

-24,26%

SDMU

-23,35%

MFMI

-18,06%

DNAR

-16,13%

BBRM

-15,87%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top