SENTIMEN PASAR: Investor Pantau Indeks Philadelphia Fed Juni. Begini Prediksi Gerak IHSG

Waterfront Securities Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018) di kisaran 5.7505.875
Linda Teti Silitonga | 22 Juni 2018 09:42 WIB
Bursa Efek indonesia. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Waterfront Securities Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018) di kisaran 5.750—5.875.

“IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed,” kata Octavianus Marbun, analis Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima pagi ini, Jumat (22/6/2018).

Dikemukakan, pada penutupan perdagangan Kamis, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat kekhawatiran akan perang dagang, pemberlakuan pajak penjualan terhadap peritel online, serta turunnya saham sektor manufaktur dan otomotif.

Saham sektor energi mengalami pelemahan terbesar di bursa saham AS, seiring dengan turunnya harga minyak mentah menjelang pertemuan OPEC pada hari ini. Diperkirakan para produsen minyak besar akan menaikkan produksi minyaknya.

Selain itu, meningkatnya eskalasi ketegangan perang tarif antara AS dan China akhir-akhir ini telah memicu kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi di saat The Fed memberi sinyal akan kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Indeks Philadelphia Fed bulan Juni turun pada level 19,9 dari bulan sebelumnya 34,4, lebih rendah dari perkiraan yang berada pada level 27. Indeks leading indicators bulan Mei naik 0,2%, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,4%.

Waterfront Securities Indonesia pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham sebagai berikut:

  • ISAT

Pada perdagangan kemarin saham ISAT kembali ditutup menguat pada level 3340. ISAT selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3300-3380.

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3380

  • EXCL

Pada perdagangan kemarin saham EXCL ditutup pada level 2570. EXCL selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2540-2600

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2600

  • ADRO

Pada perdagangan kemarin saham ADRO kembali ditutup menguat pada level 2010. ADRO selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 1980-2040.

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2040

  • SCMA

Pada perdagangan kemarin saham SCMA ditutup pada level 2220. SCMA selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 2200-2250

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 2250

  • BMRI

Pada perdagangan kemarin saham BMRI kembali ditutup pada level 6700. BMRI selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 6600-6800.

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 6800

  • CPIN

Pada perdagangan kemarin saham CPIN kembali ditutup menguat pada level 3750. CPIN selanjutnya diperkirakan akan bergerak di kisaran 3710-3790.

Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 3790

Tag : Kinerja Saham
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top