Oso Sekuritas: IHSG Masih Merah

Oso Sekuritas masih memperkirakan IHSG bergerak melemah terbatas di kisaran 5.784 - 5.853 di perdagangan hari kedua pascalibur lebaran.
Mia Chitra Dinisari | 22 Juni 2018 08:16 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas masih memperkirakan IHSG bergerak melemah terbatas di kisaran 5.784 - 5.853 di perdagangan hari kedua pascalibur lebaran.

Hal tersebut, menurut tim analis Oso Sekuritas karena IHSG ditutup melemah sebesar 1, 1% ke level 5,822 dengan candle bearish.

Adapun stochastic bergerak ke area oversold dan MACD histogram bergerak ke arah negatif dengan volume turun

Pada perdagangan kemarin (21/06), IHSG ditutup melemah 1,05% ke level 5.822.33. Delapan dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, dimana sektor Aneka Industri dan Properti memimpin pelemahan masing-masing sebesar 3,06% dan 1,85%.

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: ASII, TLKM, HMSP, ITMG, SMGR

Penurunan yang terjadi pada indeks dikarenakan minimnya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri, selain itu nilai tukar rupiah yang kembali terdepresiasi ke level Rp 14,100 menjadi salah satu sentimen negatif bagi IHSG.

Adapun pelemahan yang terjadi nampaknya tidak hanya terjadi pada IHSG, akan tetapi juga terjadi pada mayoritas bursa Global yang memang salah satunya dikarenakan investor yang mulai mengalihkan aset berisikonya ke aset yang lebih aman seiring adanya kekhawatiran perang dagang antara AS-
China.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) Sebesar Rp 833,73 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 1.21% ke level 14,102.

Global Market
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di teritori negatif pada perdagangan semalam (21/06). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.80% ke level 24.461.70, S&P tertekan 0.63% ke level 2,749.76, dan Nasdaq turun 0.88% ke level 7,712.95.

Pelemahan tersebut terjadi seiring terkoreksinya bursa saham di Asia dan Eropa terkait peringatan atas kekhawatiran investor seputar prospek perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, rilisnya data ekonomi AS yang melemah nampaknya turut menjadi salah satu pemberat pergerakan indeks bursa AS, dimana data indeks pertumbuhan industri manufaktur di Philadelphia bulan Juni mengalami penurunan ke level 19.9 dari bulan sebelumnya di level 34.4, ditambah rilisnya data Housing price indeks bulan April yang juga mengalami perlambatan menjadi 0.1% dari sebelumnya 0.2%.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top