Cadangan di Pembangkit China Meningkat, Harga Batu Bara Lanjutkan Pelemahan

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 1,45% atau 1,35 poin di posisi US$91,60/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Juni 2018 07:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melanjutkan pelemahannya di hari perdagangan kedua berturut-turut, Rabu (20/6/2018),

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 1,45% atau 1,35 poin di posisi US$91,60/metrik ton.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Selasa (19/6/2018), harga batu bara kontrak Januari 2019 berakhir melemah 0,38% atau 0,35 poin di posisi US$92,95/metrik ton.

Dilansir Bloomberg, harga batu bara melemah menyusul meningkatnya cadangan batu bara pada enam pembangkit listrik utama di China hingga 6,2% pekan lalu ke level tertingginya sejak pekan terakhir bulan Mei.

Diketahui, pemerintah China berupaya meningkatkan pasokan batu bara domestik melalui sejumlah upaya, termasuk meningkatkan output dari tambang-tambang dengan efisiensi tinggi.

Sebelumnya, pemerintah juga tengah berupaya untuk menurunkan harga batu hitam ini ke kisaran level yang proporsional dan meminta sejumlah pembangkit listrik untuk menghentikan pembelian batu bara dengan harga tinggi.

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat berhasil rebound sekaligus membukukan kenaikan terbesar dalam lebih dari sepekan pada akhir perdagangan Rabu, di saat sejumlah menteri negara-negara OPEC berupaya memulihkan ketidakpastian seputar wacana pembatasan produksi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2018 menguat US$1,15 dan berakhir di level US$66,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini menjadi kenaikan terbesar yang dibukukan dalam satu hari sejak 7 Juni. Adapun harga kontrak yang lebih aktif untuk Agustus berakhir menguat 81 sen di level US$65,71.

Di sisi lain, harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 34 sen dan berakhir di US$74,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$9,03 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih dan mitranya dari Iran, Bijan Namdar Zanganeh, mengindikasikan kekuatan perminyakan semakin mendekati kesepakatan tentang nasib pembatasan suplai demi mengatasi kelebihan minyak global serta mengangkat harga minyak.

“Pasar [minyak] terus maju mundur seputar ketidakpastian atas apa yang produsen benar-benar akan lakukan pada pertemuan pekan ini,” kata Gene McGillian, seorang manajer riset pasar di Tradition Energy, Connecticut, seperti dikutip Bloomberg.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal       

US$/MT

20 Juni

91,60

(-1,45%)

19 Juni

92,95

(-0,38%)

18 Juni

93,30

(+0,54%)

15 Juni

92,80

(-0,70%)

14 Juni

93,45

(+0,16%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top