KINERJA 2018: Indonesia Paradise Properti (INPP) Bidik Pendapatan Rp695 Miliar

PT Indonesian Paradise Property Tbk. menargetkan dapat membukukan pendapatan senilai Rp695 miliar, meningkat 17% dibandingkan capaian tahun lalu Rp596 miliar.
Emanuel B. Caesario | 21 Juni 2018 18:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Indonesian Paradise Property Tbk. menargetkan dapat membukukan pendapatan senilai Rp695 miliar, meningkat 17% dibandingkan capaian tahun lalu Rp596 miliar.

Berdasarkan materi paparan publik yang dipublikasikan perseroan pada Kamis (21/6/2018), emiten dengan kode saham INPP ini mencatat capaian target pendapatan perseroan pada 2017 lalu adalah senilai Rp650 miliar.

Namun, perseroan hanya berhasil merealisasikan sebesar Rp596 miliar, atau 91,63% dari targetnya. Meski begitu, perseroan berhasil membukukan laba usaha Rp89 miliar, hampir dua kali lipat dari targetnya Rp46 miliar.

Perseroan juga membukukan laba entitas asosiasi yang cukup tinggi juga tahun lalu, mencapai Rp99 miliar. Namun, beban keuangan perseroan mencapai Rp91 miliar, sementara penghasilan keuangan hanya Rp20 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp101 miliar.

Tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatan bersih akan mencapai Rp695 miliar, meningkat 17% dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Sementara itu, laba usaha diproyeksikan sebesar Rp114 miliar, meningkat 28% dari capaian tahun lalu. Perseroan belum memberikan proyeksi laba bersih.

Sepanjang 2017 lalu, INPP melakukan beragam upaya untuk meningkatkan kinerja perseroan, terutama rebalancing portofolio. Perseroan berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan berdasarkan kebutuhan pasar.

Perseroan meningkatkan kepemilikan saham perseroan pada PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (PLIN) menjadi 36,41%. Akuisisi saham PLIN dilakukan dari Buttington Assets Limited senilai Rp290 miliar, Unipac Holding Limited senilai Rp621 miliar, dan PT MNC Sekuritas senilai Rp395 miliar.

Perseroan mempersiapkan berbagai hal dalam jangka panjang yang diarahkan pada pengembangan bisnis hotel serta pusat perbelanjaan secara lebih baik, serta mulai masuk pada pengembangan apartemen sebagai usaha barunya.

Kebijakan strategis lainnya yang ditempuh tahun lalu yakni diversifikasi usaha dengan ekspansi memasuki wilayah operasional baru di luar Batam, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Perseroan mengembangkan pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen di lokasi-lokasi tersebut.

“Dalam jangka panjang, kami menargetkan untuk masuk pada sektor mixed use property yang terdiri dari perhotelan, pusat perbelanjaan, dan apartemen dalam satu kawasan yang terintegrasi,” ungkap manajemen INPP dalam materi paparan publik yang dikutip Bisnis.com, Kamis (21/6/2018).

Tag : kinerja emiten, emiten properti
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top